Best Default Wallpaper Ever : Ubuntu


Apa wallpaper standar terbaik distro linux yang beredar di dunia sekarang?Jawabannya pasti beragam. Begitu juga saya, default wallpaper terbaik ubuntu menurut saya adalah yang dipajang di Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex yang kesannya magis gitu… kalo anda… belum tentu sama dengan saya…

 

NB :

 

Ah, Nadia Release


Good job Lefebvre….

bad news for old PC if your processor don’t support PAE kernel, because Nadia only support for PAE-compatible processor or newer. Godbye old computer, you should change to other distro’s that specific for you…

Yah, Linux Mint 14 rilis juga, codenamenya cantik Nadia…mo tau lebih banyak.. silahkan sedot dan coba di mesin anda; asal support PAE kernel aja…http://linuxmint.com/rel_nadia.php
donlotnya disini http://linuxmint.repo.unpas.ac.id/linuxmint.com//stable/14/linuxmint-14-cinnamon-dvd-32bit.iso

sumber :

brought to you by

Installing ISPCE on Debian Linux


Ternyata postingan tentang ISPCE di linux mendapat hit yang lumayan juga ya, yang komentar juga lumayan banyak, nanya cara install- nya sih.. hehe. Padahal gampang lho, tinggal install wine, donlot ISPCEnya, terus jalanin installer ispcenya pake wine, terus muncul step-step persis ketika install ispce di windows. Setelah selesai, jalanin ispcenya di terminal, buat ngecek ada ga dependensi winenya yang kurang. Kalo ada (biasanya sih file .dll), cari file yang dimaksud di internet, donlot terus, ekstrak dan taro di folder /home/demo(nama-user-ente)./wine/windows terus coba jalanin lagi ISPCE nya.

Kalo masih ada masalah, liat lagi di terminalnya, ada pesan eror lagi ga? Masih butuh file .dll lagi ga? Agak ribet kalo make linux yang 64 bit, karena WINE masih nyupport 32 bit tok.

Mau liat skreenshootnya? Taro imel di komen, nanti tak kasih liat… hehehe (cerita nya lagi jual mahal nih… hehehe…)

NB : sukses di install di Debian skuis, pake vbox, Cuma nambah wine sama file dll satu buah…

Ini lanjutan postingan ini

sebenernya sih ada juga alternatif nya ispce di linux, namanya zamprox, bisa liat disini dan disini

Nambah Berkas dari Dropbox ke Group FB


Barusan dapet surat cinta nih dari dropbox, yang ngomong kalo berbagi berkas yang di simpan di dropbox ke grup FB sekarang gampang banget.

Tinggal masuk ke grup,

terus add file

terus pilih yang dari dropbox, nah nanti keluar permintaan permission buat app facebooknya dropbox

klo ente setuju, ente bisa nge browse folder dropbox ente, dan milih file mana yang mau di share ke gup.

tapi cuma satu ya. kan cuma berkas, bukan berkas berkas…

setelah itu tinggal di posting aja

ke posting deh di grup…. pastinya udah punya akun Facebook dan dan akun dropbox, dan berkas yang mau di bagikan ada di folder yang memang bisa buat di donlot, misal folder public.

klo yang belum punya silahkan daftar dulu disini http://db.tt/9i2fvak , free kok dan dapet free space 2 gb di dropbox…
wokee… siap berbagi…??? asal jangan berbagi berkas yang terlarang ya???

10 Linux Desktop Modder Gallery ala kaskus.us


Siapa yang merasa ga mau nyoba distro GNU/Linux karena tampilannya yang ga enak diliat harus melihat desktop desktop hasil modifikasi teman-teman di forum kaskus.us deh, yang di fasilitasi di Kaskus Linux Desktopoholic Club yang diasuh oleh skystrife. Nah, berikut ini adalah 10 galery desktop linux hasil modifikasi para kaskuser yang menurut saya paling oke dan unik, silaken menikmati…

1. iBuntu by freeazy

2. conky-attack by ellazul

3. Ubuntu Goes Black & White by Click182

4. lonely_cat by tuxo

5. glassified by ohyesohnobaby

7. no more gnome by maman.lalilu

8. pohon kristal by yuginta

9. Ubuntu Attack by Ceroberoz

10. orange mix by yashutorie

Perbedaan utama modding desktop linux dengan windows maupun mac adalah pilihan yang akan dimodifikasi di linux lebih banyak, dari theme GTK sampai icons dll.akan tetapi, kebanyakan memang memerlukan sedikit pengetahuan tentang apa yang akan di modifikasi. sebagai contoh, jika ingin memodifikasi GTK theme, paling tidak harus tahu XML dan spesifikasi thema standar GTK, atau kalo pengen modifikasi conky , mesti baca dokumentasi nya conky sekaligus belajar lua.

selain itu, pilihan Desktop Environment (DE) dan atau Window Manager (WM) juga mempengaruhi bagaimana dan apa yang dapat dimodifikasi. Dari Kesepuluh desktop diatas, paling tidak mewakili beberapa aliran modifikasi di linux, tergantung dengan pilihan DE/WM, apa yang dimodifikasi, dan paket apa yang digunakan untuk mempercantik tampilan desktop anda.

Maka, ayo modifikasi desktop linux anda.

sumber :

1. KLDC

wmii dan dwm


Setelah puas mencoba beberapa DE/WM berbasis static windows semacam KDE dan GNOME, kepengen juga nyoba window manajer yang dinamic dan tiling, biar membiasakan diri ga make mouse. selain itu, penasaran juga liat om tuxo dan maman.lalilu yang enjoy aja menggunakan linux hanya dengan menggunakan wm yang minimalis dan lebih banyak menggunakan keyboard. akhirnya dicoba deh satu satu rekomendasi dari berbagai sumber, sampai akhirnya terdampar di websitenya suckless.org yang memang fokus pada pengembangan software2 yang bercitarasa unix. salah duanya adalah dwm dan wmii.

keduanya adalah window manajer yang bersifat dinamis, dan sangat menonjolkan pengunakan sumber daya yang ringan, tetapi tetap mudah digunakan. perbedaan keduanya ada di filesystem yang digunakan, dwm hanya wm sebagaimana wm wm yang lain, sedangkan wmii menggunakan filesystem virtual yang diadopsi dari plan9 dari bell lab atau plan9port.

Lalu apa bedanya dengan WM atau DE yang statis sih?yang paling pasti adalah tampilan dan cara penggunaannya yang berbeda 180 derajat. Jika WM/DE statis semisal KDE atau GNOME menggunakan si tikus (mouse) sebagai sumber navigasi utama, maka wm dinamis lebih memanfaatkan penggunaan papan ketik (keyboard) untuk mengakses dan menggunakan sistem. makanya, jangan heran kalo pertama kali make wmii maupun dwm saya sempat terkaget kaget karena layar monitor yang dihadapin cuma item dengan satu panel kecil… mau di ketik apa terus bagaimana buka aplikasinya juga ga ngerti. terus masalah tampilan menjadi pertimbangan ketika mau menggunakan dinamis wm adalah wm jenis ini ga mempermasalahkan desktop ente cihui atau ga, yang pasti layar monitor ente dipenuhi sama layar-layar paket yang kebuka. meskipun masih ada celah buat modding sih…

lalu kalo kepengen menggunakannya gimana dong?berikut ini adalah sedikit hasil dari memakai kedua wm ini :

1. install dulu dong?

buat yang make debian squeeze cukup ketikkan apt-get install dwm wmii 9base suckless-tool

kalo buat slackware 13.1 silakan cari skrip slackbuildnya di slackbuild.org, download semua kebutuhannya lalu install satu-satu menggunakan skrip slackbuids tadi.

yang lain, monggo merujuk wiki masing-masing distro, tapi sebagai permulaan tidak ada salahnya main-main ke situsnya Arch sama Gentoo yang terkenal paling oke dokumentasinya.

2. sesudah install, tinggal pake sih, tapi buat dwm, bikinin entry di xinit.rc agar muncul di menunya gdm. sedangkan wmii langsung ada kok.

kira-kira tambahin scrip ini di file /etc/X11/xinit/xinitrc

while true

do

xsetroot -name “$(date +”%a %b %d %r”)”

sleep 1s

done &

exec dwm

tentunya sebagai superuser baru bisa ngedit ini file. atau bikin file dwm.desktop yang letaknya di /usr/share/xsessions, isinya kira kira begini

[Desktop Entry]
Encoding=UTF-8
Type=XSession
Exec=dwm
TryExec=/usr/bin/dwm
Name=DWM
Comment=DWM window manager

3. sebagai pendamping buat eksperimen memakai wmii maupun dwm, ada baiknya ditemani sama howtonya masing-masing wm, kalo wmii, howtonya ini wmii bisa jadi rujukan, sedangkan buat dwm, tutorialnya suckless bisa dicoba dwm-suckless,atau howtonya xsnake, juga ga kalah bagus kok.

4. setelah persiapan oke, tinggal logout, terus pas login pilih wmii atau dwm. nah kalau sudah masuk dan membuka aplikasi semisal terminal atau web browser tampilan seperti ini kira-kira

wmii

terakhir, silaken mencoba sesuai dengan tutorial tadi di siapkan dan di print.