Sayembara : LOMBA CERITA PENDEK KAMU DAN SEPEDA FEDERALMU



 
LATAR BELAKANG
Lomba penulisan cerita pendek yang bertemakan “Kamu dan Sepeda Federalmu” terbuka bagi seluruh member Grup MTB Federal Indonesia. Mari ekspresikan diri anda dalam menuliskan petualangan anda bersama sepeda Federal, pengalaman anda dalam memburu sepeda Federal Idaman atau bahkan cerita masa kecil tentang anda dan sepeda Federal anda dan lain sebagainya. Ekspresikan cerita anda semenarik mungkin karena selain dinilai oleh Tim Juri, karya tulis juga akan dinilai oleh seluruh member MTB Federal Indonesia. Ketentuan lomba cerita pendek akan dijelaskan pada poin- poin di bawah .

KETENTUAN PESERTA LOMBA
1. Cerita pendek yang dilombakan berupa kisah nyata (Riil) antara anda dengan sepeda federal milik anda dan bukan berupa karangan fiksi
2. Peserta lomba adalah member yang telah terdaftar sebagai member dalam MTB Federal Indonesia
3. Cerita pendek dibuat dalam format word (.doc)
4. Jumlah kata minimal 300 kata
5. Cerita disusun menggunakan bahasa Indonesia dan komunikatif
6. Karya tulis orisinil murni buatan sendiri dan tanpa plagiasi.
7. Cerita tidak mengandung unsur SARA, asusila, menyudutkan pihak lain dan promosi/iklan produk.
8. Setiap cerpen disertai 1 buah foto Sepeda Federal-nya dengan pemilik berada di belakang sepeda.
9. Kuota peserta per periode adalah 6 cerpen. Bagi peserta yang telah mengirimkan cerpen namun setelah 6 kuota peserta terpenuhi, akan diikutkan pada periode lomba berikutnya.
10. Bagi 6 pengirim cerpen pertama yang telah memenuhi persyaratan, akan ditampilkan di grup utk dinilai bersama.
11. Cerpen dikirim ke alamat email btriaji@gmail.com Dan batas akhir pengumpulan karya satu minggu sebelum karya ditampilkan setiap periodenya
12. Batas akhir penutupan penerimaan cerpen tanggal 14 April 2013

SISTEM PENILAIAN
1. Periode penilaian oleh member maupun juri berlangsung selama 1 bulan
2. Point penilaian diperoleh dari komentar member. Like/Suka tidak akan dihitung sebagai poin.
3. Komentar harus apresiatif dan ada relevansinya dengan isi cerita
4. Komentar lebih dari 1 akan dianggap 1 komentar saja atau berarti tetap 1 poin
5. Komentar yang sifatnya nge-junk, perdebatan, link, foto atau tanpa ada relevansinya tidak akan dihitung sbg poin dan bila perlu Admin dgn sepengatahuan juri berhak menghapus komentar tsb tanpa pemberitahuan, misal: nice story om, keren!, besok tikum di mana?, ceritanya biasa aja dan sejenisnya.
6. Pemilik cerita tidak boleh “nyundul” atau memberi tanggapan komentar kecuali ada pertanyaan tapi tidak dihitung sebagai poin.
7. Member boleh memberi komentar lebih dari 1 cerpen.
8. Penjumlahan komentar yang valid (poin) dilakukan oleh para juri dan disaksikan para admin.
9. Juri berhak mendiskualifikasi jika terdapat pelanggaran2 oleh kontestan

KETENTUAN PEMENANG
1. Pemenang untuk setiap periodenya hanya ditentukan satu pemenang.
2. Pemenang akan diumumkan melalui facebook group MTB Federal Indonesia dan website MTB Federal Indonesia satu minggu setelah batas waktu penilaian (1 bulan) baik oleh member maupun juri berakhir.
3. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
4. Pemenang akan dihubungi secara resmi oleh panitia dan hadiah akan dikirim ke lamat pemenang.

HADIAH
1 buah brakelaver Shimano M-System NOS (donasi dari Wardoyo Soenardi)
1 buah T-Shirt (donasi dari Mochamad Firdaus)
1 set Decal Federal emas (donasi dari Haryo Tebe)

 
 
Next  Read


Wartegg,Pauli,Edwards Personal PS and more


weladala… sebenarnya mo ngomongin apa toh? kok nyinggung warteg, pak Pauli sama om Edwards… cek cek cek… lagi mo ngurus undangan ya?? hehehe…

kalo yang pernah ikutan tes psikologi pasti ga asing sih sama yang namanya Wartegg, EPPS, dan Pauli karena memang ini nama-nama tes yang ada di psikologi tes.

kalo saya sih baru pertama kali ikutan pas kemarin nyoba ikutan tes beasiswa SPIRIT dari BPPK. Nah tesnya dua hari berturut turut, hari pertama Kamis 12 Juli 2012 tesnya TPA dan TOEFL. Tes TPA nya sih lumayan (lumayan gampang dan susah banget..hehehe), tes nya terdiri atas 3 bagian, bagian 1 (bagian paling mudah) yakni kemampuan verbal yang berhubungan sama antonim, sinonim dan berhubungan dengan kata-kata, nah masuk bagian 2 yakni kemampuan kuantitatif kok ya soalnya susahnya setengah  setengah… hehe.. setengah ngarang setengah ngawur ngisinya maksudnya…hehe… bagian ketiga (logika) ya pasti bisa di logika lah…

nah.. abis waktu selesai, kita istirahat dulu.. harusnya dapet makan siang nih, tapi berhubung ada demo katanya, kateringnya telat.. berlanjut dengan telatnya ujian TOEFL nya.

nah, abis makan-makan dan pas waktunya tidur siang (jam 13.30 WIB) inilah test TOEFL dimulai. awalnya sih Listening Comprehension, gampang… pikir saya, pas denger suara pengantarnya… tapi… pas masuk conversation yang jadi soal… kok kayak denger lagu inggris di nyanyiin sama orang korea.. ra jelas blas…..

Singkat kata… ujian hari pertama selesai….

Jumat, 13 Juli 2012

Ujian di lanjutkan ke tes Psikologi di hari kedua. nah ini pengalaman pertama saya ikutan tes psikologi. bener-bener buta  kayak apa tes nya. katanya sih di suruh bikin gambar, terus di suruh ngerjain deret angka. tapi saya kok ya males mo nyari trik triknya… ya sudahlah nyang penting ikut dulu.

nah. pas sudah jam 8 kok ya belum dimulai,ada apa gerangan? ternyata panitia tes kehilangan kunci tas yang isinya soal-soal… weh weh weh…. akhirnya dipakai lah cara barbar.. dibuka pake palu.

udah mulaai… pertama kali di minta untuk ngisi biodata dulu.. udah.. di kasih tau buat make pensil HB.sama di kasih dua lembar kertas kosong. perintahnya diminta untuk bikin gambar pohon, dengan beberapa pengecualian jenis pohon yang ga boleh digambar antara lain pohon Pisang, pohon beringin ( saya juga bingung kenapa ga boleh digambar ya) sama rerumputan. yang harus digambar katanya pohon yang berkayu..terus di kasih judul… nah

udah selesai, kertas kedua diminta untuk menggambar manusia lengkap dengan usia, dan aktivitasnya. waduh……

udah selesai baru EPPS. milih antara dua pernyataan sebanyak 250 an pasang…

selesai baru wartegg test… apaan sih wartegg tes?

terakhir pauli…

selesai… sukses… semoga…

Breaking News : RIP STAN


Sebenarnya sih bukan berita baru banget, karena ini adalah babak akhir dari pergulatan tentang status hukum  STAN sejak lama. Sejak bernama STAN/Prodip  Keuangan sampai dengan sekarang. Sejak berstatus satker dibawah kementerian keuangan sampai menjadi satker BLU.

Pergulatan tersebut sebenarnya mulai terlihat hasilnya dengan disahkannya UU Sisdiknas yang pada intinya tidak mengakui adanya PTK, karena semua pendidikan seharusnya berada dibawah kewenangan Kemendiknas.

Gong terjadi pada awal januari 2010 dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No 14 tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan. Secara jelas, eksistensi STAN akan berakhir begitu masa peralihan selama 5 tahun berakhir, berakhir pula sebenarnya  STAN secara de jure. STAN tidak lagi menjadi PTK dibawah Kementerian Keuangan tetapi harus memilih tiga alternatif yang kesemuanya memindahkan status STAN menjadi instansi dibawah Kemendiknas. berikut ini adalah potongan dari aturan peralihannya :

“b. Untuk pendidikan kedinasan yang peserta didiknya   bukan pegawai negeri dan bukan calon pegawai   negeri, tersedia 3 (tiga) alternatif penyesuaian:

1) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang   bersangkutan  sebagai pendiri    memiliki      representasi dalam organ representasi pemangku    kepentingan, untuk     memenuhi       kebutuhan  sektoral yang berkelanjutan dan memerlukan pengawasan dan penjaminan mutu yang ketat   dari    kementerian   lain  atau    LPNK yang   bersangkutan;

2) pendidikan     kedinasan   yang     bersangkutan diintegrasikan dengan perguruan tinggi negeri   tertentu dan setelah integrasi diadakan kerja   sama dengan kemasan khusus untuk memenuhi   kebutuhan sektoral yang bersifat temporer dan  memerlukan pengawasan dan penjaminan mutu   yang ketat dari kementerian lain atau LPNK yang   bersangkutan;

3) pendidikan     kedinasan   yang     bersangkutan   diintegrasikan dengan perguruan tinggi negeri   tertentu atau diserahkan kepada pemerintah   daerah jika kebutuhan akan pengawasan dan   penjaminan mutu yang ketat dari kementerian   lain atau LPNK yang bersangkutan rendah.”

STAN kan mendidik tidak hanya PNS yang melanjutkan D4, tetapi sebagian besarnya kan mendidik D3 yang belum CPNS ataupun PNS, sehingga STAN menjadi sasaran tembak pertama. Karena untuk memenuhi prasyarat agar tetap dipertahankan sebagai PTK adalah adanya kebutuhan khusus, spesialisasi, dan mahasiswanya bersatus CPNS dan atau PNS. Apalagi dulu pernah ada “STAN Swasta” (julukan untuk spesialisasi Aktuaria dan Analis Efek yang ada SPP dan Uang Kuliahnya) yang memang benar-benar tidak terkait dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan.

Sedangkan PTK-PTK di bawah Kementerian yang lain sebagain besar mahasiswanya adalah CPNS dan atau PNS, spesialis, dan khusus,maka kemungkinan besar akan memilih opsi mempertahankan eksistensinya, karena memang sesuai dengan opsi a nomor 2 dalam pasal 24 PP Nomor 14 Tahun 2010 sebagai berikut :

“a. Untuk pendidikan kedinasan yang peserta didiknya pegawai negeri dan calon pegawai negeri, baik pusat maupun daerah, tersedia 4 (empat) alternatif penyesuaian:

1) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dijadikan pendidikan dan pelatihan pegawai yang  diselenggarakan oleh Kementerian, kementerian lain, atau LPNK yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk memenuhi kebutuhan akan keterampilan pegawai;

2) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dipertahankan tetap menjadi pendidikan kedinasan yang memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini, untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan  profesi, spesialis, dan keahlian khusus lainnya;

3) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang bersangkutan sebagai pendiri memiliki representasi dalam organ representasi pemangku kepentingan, untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan menengah,  pendidikan tinggi vokasi, dan pendidikan tinggi akademik;

4) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang bersangkutan sebagai pendiri memiliki representasi dalam organ representasi pemangku

kepentingan, untuk memenuhi sekaligus semua kebutuhan sebagaimana  dimaksud pada huruf a angka 1), angka 2), dan angka 3).”

Dengan terbitnya PP ini, masa hidup STAN tinggal 4 tahun lagi, dan jika tidak dilakukan perubahan status mahasiswanya menjadi CPNS dan PNS, maka tidak akan ada lagi STAN seperti yang kita kenal seperti saat ini.

So, kita harap ada perubahan agar tidak terjadi kabar duka berhembus 4tahun  dari sekarang berbunyi RIP STAN.

sumber :

1. Milis STAN

2. PP 14 Tahun 2010

 

*Turut Berduka atas wafatnya Bapak Eli Tamba, kasubdit di Dit.APK

Prof. Bambang Sudibyo dan STAN, Tanya Kenapa?


Berawal dari pemberitaan di Suara Merdeka tanggal 05 Nopember 2010 tentang Usulan mantan Mendiknas Prof. Bambang Sudibyo yang menurut koran tersebut mengatakan sebaiknya STAN ditutup, menjadi berita hangat di kalangan alumni STAN.

Lalu sebenarnya siapa yang salah, Profesornya yang katanya bilang STAN sebagai satu-satunya pemasok calon PNS DJP atau wartawannya yang salah kutip.

Kalo memang profesornya yang bilang begitu berarti beliau tidak pernah mengikuti berita dan mungkin tidak prnah mengikuti perkembangan  kementerian keuangan khususnya proses penerimaan CPNS tahun 2010, karena baru saja Kemenkeu menerima CPNS dari S1, dan sebagian besar tentunya akan masuk ke Dirjen Pajak, karena memang DJP lah salah satu tulang punggung Kemenkeu. Beliau juga akan menafikan penerimaan CPNS tahun lalu dan tahun 2001.

Kalo yang salah kutip wartawan SM cyber, wartawannya kok ya tidak melakukan cek ulang ke DJP atau tanya kepada yang lebih tau kalo tidak tau. Seharusnya berita jurnalistik mencerahkan dunia ini, bukan menimbulkan polemik seperti saat ini.

Poin kedua adalah jika alasan STAN ditutup hanya karena ada alumninya yang korupsi seperti Gayus, lalu apakah semua Perguruan Tinggi di Indonesia ini harus di tutup jika ada alumninya yang korupsi? Alasan ini akan menafikan peran alumni STAN yang tersebar mulai dari ujung barat sampai ujung timur NKRI. Mulai dari Tahuna sampai Timor, serta peran orang-orang hebat di KPK seperti Bapak Amin Sunaryadi dan yang lainnya. Alasan ini juga menafikan peran sahabat-sahabat di Ditjen Bea Cukai yang menjadi tulang punggung menjaga negara ini dari penyelundupan khususnya penyelundupan narkotika dan zat adiktif. mereka yang dengan dedikasinya telah menyelamatkan banyak anak bangsa dengan mencegah masuknya barang-barang haram semisal heroin berharga milyaran rupiah dan mereka yang rela hidup jauh dari kemewahan kota besar demi tugas.

Jadi, wasiat nabi agar melakukan tabayun sebelum memberitakan sesuatu dan atau ketika mendengar berita yang belum jelas tidak boleh ditinggalkan. untuk kasus ini, sebaiknya prof. BS melakukan klarifikasi, begitu juga dengan SM yang memuat berita ini, selain itu, ketua IKANAS om Osi sebaiknya juga secepatnya meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan, agar polemik ini segera tuntas.

Terakhir, mungkin ini cara untuk menyatukan alumni STAN yang selama ini terkesan terkotak-kotak dan tidak menyatu..

sumber :

1. Milis IKANAS.

2.  Suara merdeka

Kartun kartun karya Pegawai Perbendaharaan


Jadi Pelayan memang tugas utamanya melayani. Tidak terkecuali juga para pelayan masyarakat yang bertugas di Ditjen Perbendaharaan tugas utamanya melayani satker yang akan melakukan proses pelaksanaan anggaran dari proses penerbitan DIPA sampai penyusunan LKPP. Tetapi, hal tersebut tidak lantas mematikan kreativitas mereka dalam berkarya seni. Buktinya pada perlombaan karikatur tentang perbendaharaan setahun yang lalu cukup banyak dari pgawai yang mengirimkan karya karikatur mereka dengan bermacam tema mulai dari berantas korupsi sampai isu tentang tuntutan profesionalisme.

Berikut ini adalah beberapa kartun/karikatur pemenang lomba karikatur dalam rangka kompetisi kompetensi perbendaharaan 2009.

1. stop korupsi

2. Reformasi Birokrasi

3. Jembatan reformasi

4. Timbangan

Itulah coretan perasaan para pegawai yang setidaknya memberikan gambaran tentang kegamangan mereka memasuki era baru serta tekad mereka untuk memberantas korupsi.

entahlah….

sumber :
perbendaharaan.go.id

Kau Berkarya dalam Kegelapan


Oleh Andiri Rumanggar

Bagi sebagian dari kita, kata ”tunanetra” mungkin hanya didengar di dalam pelajaran di sekolah. Kita hanya tahu, tunanetra adalah orang yang tidak bisa melihat. Mungkin kita pernah melihat tunanetra di bus umum atau kereta api. Tapi selebihnya, bagaimana pendidikan dan aktivitas mereka, kita yang ”orang awas”(Punya penglihatan normal) sering kali tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu. Padahal, kehidupan saudara kita yang tunanetra ini sungguh luar biasa. Mereka adalah sosok yang tangguh. Kehidupan mereka bisa dikatakan tidak berbeda dengan kehidupan kita yang awas ini. Aktivitas mereka juga sama dengan aktivitas kita yang awas. Hanya bedanya, kita beraktivitas dengan dukungan penglihatan yang normal, sedang mereka beraktivitas dengan sedikit cahaya atau bahkan dalam kegelapan. Saudara kita ini, dengan keterbatasan dalam penglihatan, menjadi lebih peka dalam hal perasaan, perabaan, pendengaran, maupun ingatannya. Ini berbeda dengan kita yang awas. Karena terbiasa mengandalkan penglihatan, fungsi indera kita yang lain jadi kurang terlatih. Aku teringat pada saat pertama kali berkenalan dengan dunia tunanetra. Ajakan seorang teman untuk membantu saudara kita yang tunanetra itu sudah beberapa kali tertunda oleh aktivitas-aktivitas berbau kepentingan pribadi. Tapi keinginan itu makin lama makin menguat, dan akhirnya kaki ini melangkah juga mengunjungi saudara kita yang tunanetra. Pada suatu hari Minggu beberapa tahun yang lalu, bersama seorang teman, aku pergi ke sebuah asrama tunanetra. Begitu memasuki gerbang asrama putri, timbul rasa canggung di hatiku. Aku terheran-heran melihat beberapa orang tunanetra sedang duduk sambil belajar. Mereka belajar bersama orang awas yang bertindak sebagai pendamping yang membantu membacakan dan menuliskan jawaban soal dalam huruf latin di kertas. Di kalangan tunanetra, pendamping seperti ini disebut reader atau pembaca. Sepintas timbul rasa kasihan, tapi kemudian muncullah rasa kagum yang dalam; semangat belajar mereka tinggi sekali. Teman yang pergi bersamaku ke asrama ini adalah seorang pendamping juga. Dia sedang membantu mengerjakan tugas akhir salah satu saudara kita yang tunanetra. Kuamati cara mereka belajar, mendengarkan reader, menulis, dan semua tingkah laku mereka. Sungguh sangat menarik! Mereka menulis dengan cara melubangi kertas menggunakan alat bantu. Huruf Braille, itu nama huruf yang mereka gunakan untuk baca tulis. Sewaktu di sekolah, aku hanya pernah mendengar kata Braille tanpa tahu seperti apa bentuk huruf itu. Tapi sekarang, aku tahu seperti apa huruf Braille itu. Tiba-tiba aku melihat seorang tunanetra perempuan yang membutuhkan bantuan reader. Kamipun berkenalan; namanya Rosi. Ternyata Rosi membutuhkan reader bukan untuk dirinya, tapi untuk temannya. Itulah awal perkenalan diriku dengan Rosi, salah satu penghuni asrama putri yang baru saja menjadi mahasiswi di sebuah perguruan tinggi swasta. Rosi sepintas terlihat pendiam, tetapi ternyata dia anak yang ramai dan suka tertawa. Pertama berkenalan, kami tidak begitu akrab, karena aku lebih sering membantu belajar anak-anak SMP dan SMA yang sedang menghadapi ujian nasional. Tapi kemudian, aku sering berkunjung ke kamarnya untuk sekedar mengobrol. Rosi menjadi tunanetra dari kecil, mungkin sejak bayi. Waktu itu suhu badannya begitu tinggi sehingga merusak syaraf matanya. Sungguh sebuah takdir yang harus dia jalani. Dari obrolanku bersama Rosi, banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat kuambil. Aku mulai memahami bahwa ketunanetraan bagi seseorang, termasuk bagi perempuan tunanetra bukanlah halangan untuk berpendidikan tinggi dan berkarya. Seperti Rosi, seorang yang sangat aktif dan tidak bisa diam. Kegiatan apa pun, sebisa mungkin akan dia ikuti. Dia menjalani semua aktivitas dengan penuh semangat tanpa rasa canggung. Sejak kecil, Rosi telah merantau memperjuangkan masa depannya. Dia rela berpisah dari orang tuanya agar bisa sekolah setinggi mungkin. Pergi dan pulang ke kampung halaman biasa dia jalani sendiri dengan naik bus antarkota. Rosi seorang yang sangat aktif, baik di kegiatan kampus maupun di dalam dan luar lingkungan asrama. Di lingkungan asrama, Rosi aktif sebagai remaja masjid. Kepiawaian dan pengalaman dalam berorganisasi telah menjadikan dia sebagai salah satu staf pengurus masjid di asrama. Gagasan cermelang sering kali dilontarkannya dalam setiap kegiatan. Selain aktif sebagai remaja masjid, Rosi juga aktif memperjuangkan hak-hak kaum tunanetra untuk mendapat pendidikan dan fasilitas dari negara. Rosi berani angkat bicara bila melihat sesuatu yang tidak beres di yayasan, terutama dalam hal bantuan dan hak-hak tunanetra dalam pendidikan dan berkarya. Rosi dan teman-temannya juga memperjuangkan nasib adik-adik mereka yang tunanetra agar bisa berpendidikan formal dan mendapat hak yang sesuai dengan aturan dan kebijakan yang ada. Mereka bahkan pernah turun ke jalan dan berdemontrasi di depan Balai Kota. Itu semua mereka jalani demi memperjuangkan kelayakan hidup mereka, baik dalam pendidikan dan pekerjaan. Selain belajar dari sekolah formal dan organisasi, Rosi pun belajar dan mengikuti berbagai pelatihan yang sekiranya bisa mendukung sekolah dan kariernya kelak. Rosi belajar mengoperasikan komputer dan internet. Tidak heran bila Rosi pun suka chatting. Meskipun sibuk membagi waktu untuk semua aktivitasnya, Rosi tetap seorang Rosi yang senang berkawan. Tidak sedikit reader yang kagum dan senang bergaul dengan Rosi, seorang perempuan tunanetra yang aktif dan pandai, yang kapasitas dirinya tidak kalah dengan orang yang awas, bahkan mungkin lebih. Setelah lulus dari kuliahnya, Rosi langsung mendapat pekerjaan. Kini Rosi telah bekerja sebagai Kepala Sekolah sekaligus Guru SLB di sebuah yayasan yang ada di Jawa Tengah. Sungguh luar biasa dirimu, Rosi! Kau adalah seorang tunanetra, tapi dirimu sangat tangguh. Perjuangan dan pengorbananmu tidaklah sia-sia. Kau telah memetik buah dari pohon perjuangan yang kau tanam selama ini. Selamat! Semoga kau terus berjuang demi masa depanmu dan generasimu. Dari kisahmu, banyak pelajaran yang dapat kuambil. Ternyata tunanetra bukanlah orang yang harus dibedakan. Mereka sama dengan orang yang awas, baik hak maupun kewajibannya. Mereka mungkin mempunyai kekurangan dalam penglihatan, tapi di sisi lain mereka menyimpan banyak kelebihan atau potensi yang mungkin jauh lebih baik daripada yang dimiliki orang awas. Mereka bisa melakukan apa pun yang bisa dikerjakan oleh orang yang awas, selama penglihatan bukan syarat utama dalam melakukan pekerjaan tersebut. Kita sebagai orang yang awas, yang diberikan kesempurnaan dalam penglihatan, selayaknyalah mendukung dan membantu saudara-saudara kita ini. Para tunanetra, khususnya perempuan tunanetra mempunyai hak yang sama untuk berpendidikan setinggi mungkin dan berkarya, untuk berpenghasilan seperti layaknya orang yang dapat melihat dengan sempurna. Terima kasih Rosi, kau telah memberi kami banyak pelajaran. Semoga muncul Rosi-rosi yang lain sebagai generasi penerusmu. ***

Penulis adalah pemenang kehormatan dalam lomba penulisan esei PERTUNI 2007 dengan tema ‘Akses Wanita Tunanetra ke Dunia Kerja’