SOP


apaan sih SOP???kok ribut sampe bikin postingan segala di blog…

gimana ga ribut kalo mesti bikin SOP yang formatnya aja njelimet?susyah bin ribet?ga dibikin gampang aja, padahal kan tujuan nya biar mudah menyesuaikan dengan kondisi yang ada..lha kalo formatnya aja ribet gimana mau mikir bikin SOP yang mudah di mengerti???

Halah… ini ngomong apa lagi…

sabar ya… yang nulis juga  lagi pusing … hehehe

Advertisements

TPBE Menang lawan Korea Selatan (LG-CNS)


Wow gara-gara rel Kereta Api yang patah di daerah Bintaro, ga jadi deh ikutan main dalam laga liga futsal SPAN antara tim TPBE versus Tim LG-CNS 2 yang diperkuat pemain impor asal negeri ginseng. padahal sudah berangkat lebih pagi kok tetap ga nyampe juga.Duh jadi nyesel nih ga menyaksikan perjuangan temen-temen agar bisa terhindar dari pertemuan dengan tim Bussiness Owner yang notebene adalah kumpulan pemain-pemain bola terbaik di kantor pusat.

Nah, masalahnya untuk bisa menghindari bertemu tim BO di perempat final, tim TPBE harus menang minimal 19-0, karena kemarin seri lawan tim DJA 2 5-5, sedangkan tim DJA2 menang 18-0 waktu main melawan tim LG-CNS2.

Akibat kekalahan besar tersebut jugalah, tim LG-CNS 2 mendatangkan pemain impor dari Korea Selatan (tepatnya waktu lawan DJA2 si pemain impor ga ada), dan tim TPBE sedikit memandang enteng pertandingan ini.

Akibatnya, meskipun menang, tapi sempat berjalan alot katanya, dan kebobolan 7 gol gawang tim TPBE yang dijaga arif.k dan windasena.winarno secara bergantian.

Hasil akhirnya tim TPBE menang atas tim Korea Selatan (ups salah tim LG-CNS2) dengan skor akhir 15-7 dan akan menantang tim BO di babak selanjutnya.

Pelajaran yang diperoleh adalah kita tidak boleh menganggap remeh atas sesuatu yang saat ini terlihat tidak baik/kurang baik, ada kemungkinan dilakukan perbaikan setelah kejadian jelek tersebut.

oke.. selamat siang..laporan selesai

Breaking News : RIP STAN


Sebenarnya sih bukan berita baru banget, karena ini adalah babak akhir dari pergulatan tentang status hukum  STAN sejak lama. Sejak bernama STAN/Prodip  Keuangan sampai dengan sekarang. Sejak berstatus satker dibawah kementerian keuangan sampai menjadi satker BLU.

Pergulatan tersebut sebenarnya mulai terlihat hasilnya dengan disahkannya UU Sisdiknas yang pada intinya tidak mengakui adanya PTK, karena semua pendidikan seharusnya berada dibawah kewenangan Kemendiknas.

Gong terjadi pada awal januari 2010 dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No 14 tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan. Secara jelas, eksistensi STAN akan berakhir begitu masa peralihan selama 5 tahun berakhir, berakhir pula sebenarnya  STAN secara de jure. STAN tidak lagi menjadi PTK dibawah Kementerian Keuangan tetapi harus memilih tiga alternatif yang kesemuanya memindahkan status STAN menjadi instansi dibawah Kemendiknas. berikut ini adalah potongan dari aturan peralihannya :

“b. Untuk pendidikan kedinasan yang peserta didiknya   bukan pegawai negeri dan bukan calon pegawai   negeri, tersedia 3 (tiga) alternatif penyesuaian:

1) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang   bersangkutan  sebagai pendiri    memiliki      representasi dalam organ representasi pemangku    kepentingan, untuk     memenuhi       kebutuhan  sektoral yang berkelanjutan dan memerlukan pengawasan dan penjaminan mutu yang ketat   dari    kementerian   lain  atau    LPNK yang   bersangkutan;

2) pendidikan     kedinasan   yang     bersangkutan diintegrasikan dengan perguruan tinggi negeri   tertentu dan setelah integrasi diadakan kerja   sama dengan kemasan khusus untuk memenuhi   kebutuhan sektoral yang bersifat temporer dan  memerlukan pengawasan dan penjaminan mutu   yang ketat dari kementerian lain atau LPNK yang   bersangkutan;

3) pendidikan     kedinasan   yang     bersangkutan   diintegrasikan dengan perguruan tinggi negeri   tertentu atau diserahkan kepada pemerintah   daerah jika kebutuhan akan pengawasan dan   penjaminan mutu yang ketat dari kementerian   lain atau LPNK yang bersangkutan rendah.”

STAN kan mendidik tidak hanya PNS yang melanjutkan D4, tetapi sebagian besarnya kan mendidik D3 yang belum CPNS ataupun PNS, sehingga STAN menjadi sasaran tembak pertama. Karena untuk memenuhi prasyarat agar tetap dipertahankan sebagai PTK adalah adanya kebutuhan khusus, spesialisasi, dan mahasiswanya bersatus CPNS dan atau PNS. Apalagi dulu pernah ada “STAN Swasta” (julukan untuk spesialisasi Aktuaria dan Analis Efek yang ada SPP dan Uang Kuliahnya) yang memang benar-benar tidak terkait dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan.

Sedangkan PTK-PTK di bawah Kementerian yang lain sebagain besar mahasiswanya adalah CPNS dan atau PNS, spesialis, dan khusus,maka kemungkinan besar akan memilih opsi mempertahankan eksistensinya, karena memang sesuai dengan opsi a nomor 2 dalam pasal 24 PP Nomor 14 Tahun 2010 sebagai berikut :

“a. Untuk pendidikan kedinasan yang peserta didiknya pegawai negeri dan calon pegawai negeri, baik pusat maupun daerah, tersedia 4 (empat) alternatif penyesuaian:

1) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dijadikan pendidikan dan pelatihan pegawai yang  diselenggarakan oleh Kementerian, kementerian lain, atau LPNK yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk memenuhi kebutuhan akan keterampilan pegawai;

2) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dipertahankan tetap menjadi pendidikan kedinasan yang memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini, untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan  profesi, spesialis, dan keahlian khusus lainnya;

3) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang bersangkutan sebagai pendiri memiliki representasi dalam organ representasi pemangku kepentingan, untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan menengah,  pendidikan tinggi vokasi, dan pendidikan tinggi akademik;

4) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang bersangkutan sebagai pendiri memiliki representasi dalam organ representasi pemangku

kepentingan, untuk memenuhi sekaligus semua kebutuhan sebagaimana  dimaksud pada huruf a angka 1), angka 2), dan angka 3).”

Dengan terbitnya PP ini, masa hidup STAN tinggal 4 tahun lagi, dan jika tidak dilakukan perubahan status mahasiswanya menjadi CPNS dan PNS, maka tidak akan ada lagi STAN seperti yang kita kenal seperti saat ini.

So, kita harap ada perubahan agar tidak terjadi kabar duka berhembus 4tahun  dari sekarang berbunyi RIP STAN.

sumber :

1. Milis STAN

2. PP 14 Tahun 2010

 

*Turut Berduka atas wafatnya Bapak Eli Tamba, kasubdit di Dit.APK

Berita Singkat: Pertemuan Prof Bambang Sudibyo dan Ikanas STAN


Setelah sekian lama menjadi berita hangat di dalam milis ikanas STAN, akhirnya hari ini Prof. Bambang Sudibyo bertemu dengan Bang Ossie dan kawan kawan di Jakarta Selatan dalam sebuah acara silaturrahim. dalam acara tersebut, pak profesor mengatakan bahwa pernyataan yang keluar di media bukanlah inti dari pernyataan beliau di dalam seminar tersebut.

Jadi, kasus selesai dengan catatan yang kita dapat ambil adalah kita harus berhati-hati kalau mengeluarkan pernyataan terutama jika diliput oleh media massa.

Salut buat bang Ossie dkk.

sumber : Milis IKANAS STAN

Prof. Bambang Sudibyo dan STAN, Tanya Kenapa?


Berawal dari pemberitaan di Suara Merdeka tanggal 05 Nopember 2010 tentang Usulan mantan Mendiknas Prof. Bambang Sudibyo yang menurut koran tersebut mengatakan sebaiknya STAN ditutup, menjadi berita hangat di kalangan alumni STAN.

Lalu sebenarnya siapa yang salah, Profesornya yang katanya bilang STAN sebagai satu-satunya pemasok calon PNS DJP atau wartawannya yang salah kutip.

Kalo memang profesornya yang bilang begitu berarti beliau tidak pernah mengikuti berita dan mungkin tidak prnah mengikuti perkembangan  kementerian keuangan khususnya proses penerimaan CPNS tahun 2010, karena baru saja Kemenkeu menerima CPNS dari S1, dan sebagian besar tentunya akan masuk ke Dirjen Pajak, karena memang DJP lah salah satu tulang punggung Kemenkeu. Beliau juga akan menafikan penerimaan CPNS tahun lalu dan tahun 2001.

Kalo yang salah kutip wartawan SM cyber, wartawannya kok ya tidak melakukan cek ulang ke DJP atau tanya kepada yang lebih tau kalo tidak tau. Seharusnya berita jurnalistik mencerahkan dunia ini, bukan menimbulkan polemik seperti saat ini.

Poin kedua adalah jika alasan STAN ditutup hanya karena ada alumninya yang korupsi seperti Gayus, lalu apakah semua Perguruan Tinggi di Indonesia ini harus di tutup jika ada alumninya yang korupsi? Alasan ini akan menafikan peran alumni STAN yang tersebar mulai dari ujung barat sampai ujung timur NKRI. Mulai dari Tahuna sampai Timor, serta peran orang-orang hebat di KPK seperti Bapak Amin Sunaryadi dan yang lainnya. Alasan ini juga menafikan peran sahabat-sahabat di Ditjen Bea Cukai yang menjadi tulang punggung menjaga negara ini dari penyelundupan khususnya penyelundupan narkotika dan zat adiktif. mereka yang dengan dedikasinya telah menyelamatkan banyak anak bangsa dengan mencegah masuknya barang-barang haram semisal heroin berharga milyaran rupiah dan mereka yang rela hidup jauh dari kemewahan kota besar demi tugas.

Jadi, wasiat nabi agar melakukan tabayun sebelum memberitakan sesuatu dan atau ketika mendengar berita yang belum jelas tidak boleh ditinggalkan. untuk kasus ini, sebaiknya prof. BS melakukan klarifikasi, begitu juga dengan SM yang memuat berita ini, selain itu, ketua IKANAS om Osi sebaiknya juga secepatnya meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan, agar polemik ini segera tuntas.

Terakhir, mungkin ini cara untuk menyatukan alumni STAN yang selama ini terkesan terkotak-kotak dan tidak menyatu..

sumber :

1. Milis IKANAS.

2.  Suara merdeka

Kartun kartun karya Pegawai Perbendaharaan


Jadi Pelayan memang tugas utamanya melayani. Tidak terkecuali juga para pelayan masyarakat yang bertugas di Ditjen Perbendaharaan tugas utamanya melayani satker yang akan melakukan proses pelaksanaan anggaran dari proses penerbitan DIPA sampai penyusunan LKPP. Tetapi, hal tersebut tidak lantas mematikan kreativitas mereka dalam berkarya seni. Buktinya pada perlombaan karikatur tentang perbendaharaan setahun yang lalu cukup banyak dari pgawai yang mengirimkan karya karikatur mereka dengan bermacam tema mulai dari berantas korupsi sampai isu tentang tuntutan profesionalisme.

Berikut ini adalah beberapa kartun/karikatur pemenang lomba karikatur dalam rangka kompetisi kompetensi perbendaharaan 2009.

1. stop korupsi

2. Reformasi Birokrasi

3. Jembatan reformasi

4. Timbangan

Itulah coretan perasaan para pegawai yang setidaknya memberikan gambaran tentang kegamangan mereka memasuki era baru serta tekad mereka untuk memberantas korupsi.

entahlah….

sumber :
perbendaharaan.go.id