Microsoft Love Linux


Microsoft Love Linux
Cinta dan benci itu kadang-kadang saling saling berbagi tempat di hati Manusia, persis roda Truk yang selalu menggelinding… Kadang-kadang diatas, kadang kala dicium aspal. Makanya benar lah Sabda Rasullullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi yang kira-kira kalo diterjemahkan bebas itu bunyinya seperti ini 
” Bencilah sewajarnya saja, siapa tahu besok engkau akan mencintainya, dan Cintailah sewajarnya saja, sapa tahu besok engkau akan  membencinya”
atau juga ajaran Nabi Muhammad SAW yang selalu menekankan untuk moderat dalam segala sesuatu, dan berada ditengah-tengah seperti halnya dalam masalah Cinta ini.
Nah, kalo di kaitkan dengan ajaran untuk mencintai atau membenci secara wajar ini, kebenaran Sabda Nabi dapat dilihat dalam kasus Bagaimana Microsoft Inc. memandang Linux selama ini. Ada pergeseran drastis jika dirunut bagaimana mantan CEO Microsoft  Steve Balmer pernah ngomong kalo Linux itu kayak kanker bagi Microsoft. Tau kan maksudnya itu… hehehe… Linux itu kayak penyakit yang menggerogoti pangsa pasar Microsoft :D, dan itu memang terbukti setidaknya di segmen pasar server  dan merajanya gadget berbasis Android yang notabene masih berbasis Linux, serta bagaimana nasib server berbasis Windows Server sama pangsa pasar ponsel WIndows Phone yang kalah jauh jika dibanding android.

Tapi itu dulu, jamannya pak Harto… 😀 eh salah jamannya mang Balmer… sekarang, udah beda lagi semenjak Satya Novanto jadi CEO nya perusahaan punya om Bill ini. Bisa dibilang sekarang itu Microsoft Inc.lagi jatuh cintrong sama Linux sampai-sampai di event Cloud di San Fransisco bikin banner di atas.. “Microsfot heart Linux”.. dah jelas tho itu salah satu strategi ya agar platform komputasi awan jualannya Microsoft  yakni “Azure” laku dan diterima pasar, dengan menjual salah satunya ya itu …. Linux… hehehe…
kenapa mesti Linux?? ya karena pangsa pasar Cloud Computing itu menanjak tajam saat ini atau dapat dikatakan lagi naik daun, dan fakta kalo platformnya ” Azure” masih dibawah Amazon, dan hampir disalip Google.

Nah, gitu kan… yang dulu benci, ketika sudah kenal sekarang jatuh cinta :D… nah sekarang saatnya Move on.. ya… apalagi untuk JASMEV yang mencak-mencak karena ga kebagian Menteri di Kabinet Kerja nya Pak Presiden Joko Widodo 😀
oke… nanti lagi disambung ya… stay alert.. Cinta dan benci lah sewajarnya saja.. kecuali kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, anda boleh dan seharusnya Cinta mati.. (paragraf ini khusus muslim ya) 
next read :
Advertisements

Windows 7 Profesional Ternyata Ga Mampu Membikin Partisi di USB Flash Disk ya???


Kaget juga… satu hal yang sepele banget di GNU/Linux ternyata ga mungkin dilakukan kalo make Windows, bahkan di Windows 7 Profesional kalo tanpa tambahan third party software, dan kali ini yang terjadi adalah ketika akan mempartisi USB Flash Drive dan menggunakannya sehari-hari.

Kalo pake linux/unix-like cukup pake fdisk, atau GParted aja udah cukup untuk melakukan  proses itu, dan di dukung juga kernel Linux/ Unix-Like yang secara standarnya memperlakukan USB Drive sama seperti halnya media penyimpanan yang lain.

Sedangkan kalo di MS Windows, dalam kasus ini Windows 7 Profesional SP 1 memang tidak mendukung dua partisi MBR di Removable USB Drive, sebagaimana keterangan di deskripsi tentang diskpart (CMD command di Windows untuk disk management semisal fdisk/cfdisk di Unix-Like) sebagai berikut ini :

You cannot use Diskpart to create a partition on removable media. Windows supports at most one MBR partition on removable media. If the media is manufactured with an MBR, that MBR cannot be altered, but the MBR is followed even if multiple partitions or logical drives are configured. If the media is manufactured without an MBR, the media is treated as a “superfloppy” and no partition structure is written to the media.

Yah, tanpa bantuan driver dan software pihak ketiga ga mungkin memanfaatkan kelebihan dari dua atau lebih partisi di penyimpanan bergerak semodel USB Flash disk di MS. Windows .


Jika tetep pengen menggunakan partisi lebih dari satu, sebaiknya anda ganti OS anda jadi Debian 😀 dan kalo tetep mau make di MS Windows, siap siap rada ribet sbb :

1. donlot dulu driver buatan om Anton Bassov disini  dan jalankan..
2. ikutin intruksinya alias tinggal next-next aja.

3. sampai selesai dan tinggal restart
4. tinggal buka disk management dan bikin partisi barunya… seperti ini…

5. hasilnya setelah dipartisi, muncul dua drive baru… (USB Flash nya dianggap Harddrive)

6. tapi kalo dibawa ke mesin MS Windows lain yang belum install driver om anton hasilnya ya balik lagi… ga dikenalin ….

yah… begitulah kesaktian Windows 7 adanya…. rada ribet sih untuk yang hidup di dua OS kayak saya ini …:D

yup hanya sekilas berita.. dan lagi Windows 7 udah obsolete juga disalip sama Windows 8 dan windows 10… see you…

Nah kalo di linux mah tinggal colokin USB Flash nya, terus bukaa gparted atau disk utility, nah tinggal liat aja ada ga USB nya terus tinggal di delete dulu partisinya, terus bikin partisi baru. seperti gambar berikut ini :

gampang toh…. enak jamanku toh… 😀

next read :

Tips : Create md5 file on Windows


apaan sih berkas md5 itu??dan apa pentingnya??kok susah susah harus dibuat dan diunggah ke internet??? Terus fungsinya juga apa sih??
Kata wikipedia, berkas md5 adalah teknik untuk mengamankan data alias enkripsi yang didesain oleh opa  Rivest menggunakan paket md5sum, selain itu berkas md5 juga dapat digunakan untuk mengecek validitas dan integrasi data yang dipertukarkan, dengan membandingkan berkas md5 dengan data yang ada.
Nah, untuk tujuan kedua lah saat ini berkas md5 lebih banyak digunakan, kenapa? karena untuk enkripsi, berkas md5 sudah terbukti dapat di bobol orang, dan karena itu, muncul teknik dan aplikasi enkripsi baru semode sha dll sebagai pengganti untuk menutup kelemahan md5.
Kenapa sih, orang bertukar data mesti menyertakan berkas md5? ya jawabannya agar data tadi tidak korup alias rusak, apalagi kalo pertukaran tersebut melibatkan internet dan data yang dipertukarkan volumenya besar, semisal berkas ISO cd dari distro Debian. Untuk menjaga agar berkas yang dipertukarkan tersebut valid dan tidak rusak, maka dibikinlah berkas md5 sebagai validatornya.
kalo di linux sih, membuat berkas md5 dari file yang akan dipertukarkan dan memeriksa berkas hasil pertukaran dengan md5 itu gampang banget, karena memang ada paket md5sum yang secara standar ada di hampir setiap distro linux. Lain halnya kalo mau membuat dan memeriksa berkas md5 di Windows, perlu bantuan aplikasi pihak ketiga, karena memang Windows itu tidak punya program md5sum.

Nah, ini lah kebaikan dari program aplikasi berbasis FOSS (free and open source software), dengan mudah di port-kan ke Sistem Operasi lain, semisal md5sum yang secara standar ada di distro linux, dan tidak ada di Windows, dengan mudah dibuatkan versi Windowsnya oleh pemprogram yang berbaik hati meluangkan waktunya, tentunya hal ini mungkin dilakukan karena kode sumbernya tersedia dan boleh di modifikasi, asalkan sesuai dengan ketentuan yang di cantumkan pemilik asli di lisensinya.

Nah lho, gimana sih membuat berkas md5 dan memeriksa berkas dengan menggunakan berkas md5? gampang kok, ikuti saja langkah-langkah berikut ini :

  1. donlot program md5sum atau yang setara dari penyedia dari internet, semisal etree.org, hashutils, atau kalo mau lengkap termasuk tool linux semacam cat, dan split, donlot aja unxutils di sourceforge.org
  2. ekstrak, dan pindahkan program md5sum.exe atau yang lain ke folder C:\Windows.
  3. kalau mau dipakai untuk  menghasilkan berkas md5, tinggal buka cmd, pindah ke direktori dimana berkas tadi ada, terus ketik md5sum berkas_yang_dibuat_md5nya > berkas_md5.md5
  4. kalo mau melakukan pengecekan berkas, menggunakan berkas md5, caranya hampir sama, tinggal buka cmd, pindah ke direktori dimana berkas yang akan diperiksa, dan berkas md5 nya ada, terus ketik md5sum -c berkas_md5.md5
  5. kurang jelas, proses bikinnya, liat gambar dibawah ini

gampang kan??? tentu saja gampang… hehehe… tetapi lebih gampang lagi di Linux, kenapa, ga perlu repot nyari program md5sum dan caranya, tinggal pelajari cara pake md5sum .. hehehe… so kenapa ga pada nyoba Linux…:D

PS : dicoba di WIndows XP SP 3

next read :
http://blog.ashfame.com/wp-content/uploads/2008/03/md5sum.gif
http://www.etree.org/md5com.html#download
http://code.kliu.org/misc/hashutils/
http://superuser.com/questions/80081/split-and-combine-file-utility
http://unxutils.sourceforge.net/
support by Faihana-store.com


mau Sprei Bola Kereeen???
u info dan pemesanan
inbox FB https://www.facebook.com/andiri.rumanggar
inbox FP https://www.facebook.com/AttaqisGallery
SMS atau WhatsApp 083872303254

WELLCOME TO RESELLER

Dualboot Windows dan Ubuntu 11.04


Postingan ini ditujukan untuk saya berbagi sesama pemula linux yg ingin mengenal linux dengan cara dualboot Ubuntu dengan Windows yg sudah terlebih dahulu terinstall.

Ubuntu 11.04 Natty Narwhal

Langkah – langkah Dualboot Linux dan Windows:

1. Pastikan Windows anda sudah terinstall, dan jangan lupa siapkan dua partisi baru untuk instalasi Linux anda. satu partisi ukuran 1 gb untuk swap. dan 1 partisi besar diatas 10 gb untuk ubuntu

2. Boot LiveCD/USB, kemudian pilih Try Ubuntu

3. Desktop Live Ubuntu Natty

Jika VGA anda support 3D pada mode live maka anda akan mendapatkan tampilan desktop seperti gambar pertama di atas. Namun jika tidak anda akan akan mendapatkan tampilan klasik.

Jangan khawatir, setelah Ubuntu Natty terinstall ke hard disk kita bisa langsung menginstall driver VGA sehingga kita bisa menikmati desktop baru Ubuntu seperti diatas yg dinamakan Unity.

4. Menyiapkan Partisi Untuk Instalasi Ubuntu.

Untuk mengatur partisi kita menggunakan aplikasi bernama gparted yg sudah tersedia di Ubuntu Live-CD.

Jika anda mendapatkan desktop Unity tinggal klik menu kemudian cari gparted.

Pertama yg perlu kita lakukan adalah memformat partisi yg sudah kita siapkan untuk instalasi menjadi partisi extended.

Klik kanan partisi tersebut kemudian klik New. Akan muncul jendela dialog…

5. Membuat Partisi swap dan ext4

Kita sudah membuat Partisi Extended namun masih unallocated. Di sana kita akan membuat partisi yg diperlukan untuk instalasi Ubuntu.

swap

Partisi ext4 untuk / (root)

Klik kanan pada partisi unallocated, pilih New. Akan muncul dialog box

Ubah ukuran partisi dengan menggeser slider pada grafik ke arah kiri sehingga mendapatkan ukuran yg diinginkan. Bisa juga dengan mengetikkan ukuran yg dimau (dalam MB) pada bagian New Size. Pada contoh saya membuat ukuran partisi ext4 25853 MiB (25 GiB)

Pada bagian File System klik, kemudian pilih ext4.Kita bisa juga memberi label, pada partisi tersebut. Di gambar saya memberi label Natty.

Kalau sudah klik Add. Kita akan kembali ke jendela utama gparted.

Kita tinggal menerapkan partisi yg kita buat dengan mengklik icon check yg ada di menu bar

Persiapan partisi sudah selesai.

6. Proses Instalasi Ubuntu

Klik Ganda icon Install Ubuntu yg ada di desktop, maka akan muncul jendela instalasi Ubuntu

Klik Forward                     Z

Muncul jendela yg menginformasikan agar kita:

Memiliki setidaknya ruang hard disk sebesar 4.4 GB.

Terhubung ke sumber listrik. Disarankan untuk pengguna notebook agar menggunakan charger saat menginstall agar tidak terputus tiba2 karena kehabisan daya baterai.

Terhubung ke internet. Tapi bagi saya lebih baik tidak terhubung ke internet agar proses instalasi selesai lebih cepat. Karena apabila kita terhubung ke internet maka Ubuntu akan berusaha mendapatkan update, akan memakan waktu apalagi untuk yg koneksi internetnya lambat.

Di bawah ada 2 pilihan yg bisa dicentang bila kita terhubung ke internet, tapi buat saya lebih baik tidak di centang karena kedua hal tersebut bisa kita lakukan dengan mudah setelah Ubuntu terinstall.

Klik Forward.

Di jendela berikutnya kita akan diberi 3 pilihan Instalasi Ubuntu:

Install Ubuntu Alongside Them. Pilihan ini adalah untuk yg tidak ingin menyiapkan partisi sendiri tapi dibuatkan secara otomatis oleh installer Ubuntu.

Erase Disk and Install Ubuntu. Pilihan ini akan menghapus seluruh isi hard disk kemudian menginstall Ubuntu pada disk tersebut. Pilihan ini bisa dipakai pada hard disk baru/kosong.

Something Else. Dengan pilihan ini kita dengan leluasa menentukan lokasi dan ukuran partisi untuk instalasi Ubuntu. Pilihan inilah yg kita pakai!

Pilih Something Else, kemudian klik Forward.

Akan muncul jendela yg menampilkan tabel partisi. Disana kita bisa lihat partisi2 hard disk yg kita punya termasuk dua partisi yg sudah kita siapkan sebelumnya, yaitu swap dan ext4.

Hard Disk saya terbaca sebagai sdb karena saya menggunakan dua hard disk pada PC. Bila anda menggunakan notebook atau satu hard disk saja maka hard disk anda akan terbaca sebagai sda. Sama saja

Yg perlu kita lakukan adalah menentukan mount point (fungsi) dari partisi ext4 saja. Partisi yg lain jangan disentuh! Partisi swap pun tidak perlu kita sentuh karena otomatis akan terdetek.

Klik pada partisi ext4, kemudian klik Change.

Akan muncul jendela dialog:

Use As: Ext4 Journaling File System

Format The Partition: Pilih Format

Mount Point: Pilih /

Kalau sudah klik OK.

Persiapan partisi sudah selesai. Tidak perlu mengubah bagian lain. Klik Install Now.

7. Mengisi Data Personal

Klik pada map dimana lokasi anda berada, pada contoh saya memilih Jakarta.

Keyboard Layout. Pilih saja default yaitu USA

Kita ditawarkan untuk mengimport user account, tapi karena sebelumnya kita tidak memiliki instalasi Ubuntu langsung klik Forward.

Selanjutnya kita tinggal mengisikan nama dan password yg mau kita gunakan. Ingat jangan menggunakan huruf kapital pada User Name!.

7. Finishing Installation.

Instalasi akan selesai beberapa saat lagi, sambil menunggu silakan nikmati slideshow yg mengenalkan beberapa fitur Ubuntu.

Saat proses instalasi Ubuntu selesai akan muncul pop up window yg menginformasikan. Klik Restart.

Windows : Repotnya Ga Bisa Bekerja Pake Filesystem Ext4


ha…. haha… repotnya make MS Windows plus hobinya mainan Distro Linux..pas mau ngopi berkas ISO DVD berukuran 4.6 GB dari Harddisk ke UFD ukuran 15 GB ber-FS FAT 32 juga gagal mulu.. biasa mo ngecoba distro anyar nih…
karena bosen gagal mulu… ya udah format aja UFD nya pake Disk Utility nya GNOME terus pake Ext4. Kebetulan lagi make si Squeeze nih… 
abis itu coba l;agi ngopi dua file berukuran 4.6 GB secara berurutan.. dan tada sukses…..
Nah itu di PC tempat nguli, abis itu dipindahin dah ke dua berkas ISO DVD tadi ke HDD di laptop di rumah.. dan sukses… oke deh….
Nah, jadi masalah pas nguli lagi nih… itu UFD ya gak bisa di kenalin oleh si Windows 7 yang katanya master-piece itu… hehehe….
katanya mesti di format karena Filesytem nya ga dikenalin… hadeh…. Windows 7 gitu lho…

Hadeh…. ini Microsoft itu berfikir apa cuma Filesystem di dunia itu cuma NTFS, sama FAT aja ya??? )ada ding ReFS nya Windows 8)….
ah.. pasti ada yang bikin driver versi Windowsnya kali di internet, maka cobalah ane search di om gugel gimana caranya agar bisa ngebrowse itu FS di Windows. hehe… nyoba beberapa cara ya tetep ga bisa itu di browse dan copas.. paling maksimal make DisksInternal Linux Reader yang cuma bisa liat partisi dan isinya aja (lha wong ini recovery software)… hehehe… sussye sumpeh….
next read :
Mau pesen sprei  berbahan katun STAR,  CATRA, PANCA, atau katun Jepang??
klik aja AttaqiGallery

SnapPea : Sahabat Android Anda


Nih, salah satu jagoan di dalam urusan syncronize antara PC (baca Windows) dengan gadget berbasis Android anda. Namanya SnapPea, meskipun baru beta, tetapi kemampuannya lumayan hebat juga. Yang paling istimewa adalah kemampuannya dalam mengenali gadget yang anda hubungkan ke PC via kabel atau jaringan WIFI.
Kenapa istimewa, karena terbukti berhasil mengenali dua HP saya yakni Lenovo S880 yang susah banget dikenali dalam kondisi mati (buat di root dan di flash), dan Galaxy 5 (Europa).
Kemampuannya yang lain adalah kemudahan untuk melakukan proses backup dan restore semua yang ada di Android, dari SMS sampai video anda. Asal SnapPea Agent nya udah ke install di HP Android anda, tinggal buka dan eksport ke cakram padat anda. sewaktu waktu anda butuh untuk proses restore tinggal lakukan proses install (kalau apk) dan import lagi ke dalam penyimpan di ponsel anda.
Gampang, ga ribet… dan yang penting free….
Nah, gimana caranya agar dapat menikmati segala kemudahan di atas? Gampang, tinggal unduh berkasnya di  SnapPea terus install di PC (baca Windows ) anda, dan hubungan ponsel berbasis Android via kabel USB. Tunggu sampai selesai proses instalasi driver hape anda, dan hp anda terhubung ke PC melalui SnapPea.
Untuk menjembatani antara SnapPea di PC dengan hape anda, SnapPea juga akan meng-install SnapPea Agent di HP anda. kalo sudah tinggal nikmati kemudahan-kemudahan yang ada di SnapPea.
Selamat mencoba…
Disclaimer : penulis tidak menjamin keefektifan software ini di gadget lain, tetapi di dua hape penulis berfungsi dengan baik
Next Read :

Dialog Imajiner Pengguna Windows 8 dan Linux


“Good artists copy great artists steal, greatest artists create”

Suatu hari, setelah ramai berita rilis Windows 8 yang heboh, bertemulah pemakai Windows 8 dengan pengguna Linux berbasis Gnome 3, lalu terjadilah percakapan berikut ini :

Windows 8 : Metro GUI mantap bro!
Linux : Ah, GNOME Shell udah duluan bro
W8 : Di win 8, semuanya everything at once!
Lin : Ah, tiling WM-nya Linux udah duluan bro
W8 : W8 udah support ARM!
Lin : Ah, Linux udah duluan, bro
W8 : W8 memiliki fitur mounting ISO!
Lin : Ah, dari dulu Linux udah punya bro
W8 : Dialog copy,move, dan delete udah diubah, bro!
Lin : Ngambil dari nautilus ya?
W8 : Start-up cuma 13 detik, lho!
Lin : Linux cuma 2 detik, kok
W8 : Metro ada fitur account-nya lho!
Lin : Ah,niru GNOME tuh…
W8 : Ada fitur reset dan refresh, lho!
Lin : Ngambil ide dari Deja Dup ya?
W8 : Skydrive telah beroperasi di Win 8!
Lin : terinspirasi Ubuntu One ya?
W8 : Win 8 punya WIndows store!
Lin : Niru mintInstall, Deepin Soft-center, dan Ubuntu Soft-center ya?
W8 : Windows 8 pake Filesystem ReFS, lho!
Lin : Mirip amat sama Btrfs, kill yourself… :v

…… so… kadang emang bener kata Steve Jobs itu

“Good artists copy great artists steal”

 tapi lebih hebat lagi adalah artis dicuri oleh great artists  ide-idenya…. apa yang anda pikirkan????

 PS : dialognya minjem punya om deathknel di sini

Next Read :