GNOME 3 Alternative Shell



Yang make linux pasti kenal dengan istilah Gnome, KDE, XFCE, Desktop Environment, WM… Nah, kali ini kita membahas salah satu lingkungan desktop  linux yang populer dipake yakni GNOME alias GNU Object Model Environment. GNOME dibangun diatas platform GTK (GIMP Tool Kit) dan awalnya digawangi oleh Michael de Icaza dan Francesco Mena. GNOME saat ini sudah rilis versi GNOME 3.8, nah, dari versi 2 ke versi 3, terjadi perubahan besar dalam GNOME, yakni menyangkut user interfacenya dan window manager yang digunakan. Dari yang model stack desktop dengan panel atas, menjadi konsep all in one desktop, yang kemudian di tiru oleh Microsoft dengan Windows 8 nya. Nah, karena perubahan user interface dan Window Manager, dari Metacity ke Mutter ini, banyak pengembang distribusi linux memilih untuk mengembangkan sendiri shell ( user interface untuk GNOME 3) dan meninggalkan shell bawaan GNOME 3 yakni GNOME shel.

Paling tidak, ada beberapa pilihan shell yang ada untuk Desktop Environment berbasis GNOME 3, yakni :

  • Gnome Shell
Merupakan shell bawaan GNOME 3, mengenalkan konsep all in one desktop, semua fitur dapat di akses dalam satu layar. Alhasil, kemudahan melakukan kustomisasi sperti halnya di GNOME 2, menjadi berkurang. Cuma, untuk yang pernah install Gnome Shell sebelum GNOME 3 dirilis, shell ini adalah idaman., termasuk saya.. hehehe…
Memang sih, mutter sebagai WM bawaan dari GNOME 3 musti mensyaratkan hardware vga card yang lumayan mumpuni, dan ini sebenarnya sudah terpenuhi dengan hardware sekarang. kecuali, untuk vga card yang tidak menyediakan firmware untuk linux semacam SIS. tentunya akan ribet.
Alhasil tidak banyak distro linux yang menyertakan GNOME 3 dan Gnome Shell sebagai default DE nya, salah stu pilihan adalah Debian. Kayak apa tampilan GNOME 3 dan Gnome Shellnya?? silahkan merujuk ke postingan ini Gnome Shell di Wheezy
  • Pear OS Shell
Sebenarnya Pear OS Shell adalah salah satu shell yang cantik. Membuat terbuai dengan tampilan ala MacOS plus docky yang ciamik. Cuma emang Pear OS, tidak membuka kode sumbernya.. padahal ini kan cuma remaster dari Ubuntu.. seharusnya perubahan yang dibikin juga harus sertakan juga kode sumbernya, jadi kita ga bisa/belum bisa nginstall ini shell di distro selain Pear… Mau liat kayak apa tampilannya??? Check this link guys… PearOS
  • Manokwari
Nah, kalo ini User Interface pengembangan dari Blankon Panel… ga heran kan namanya juga sangat Indonesia…
Manokwari juga merupakan salah satu shell yang cukup inovatif, karena di garap menggunakan html5, diatas library gnome3. First glance, cukup ringan, dan mengingatkan kita pada tampilan standar Gnome 2.
Karena dibangun dengan menggunakan HTML5, maka, Manokwari juga jadi gampang di kustom, asal ngerti HTML5. Mau coba, nih tema buatan pengembang Blankon beserta cara installnya…linen.
Memang, sih… tampilan menunya agak boros gitu, ngabisin space di samping gitu….nah silahkan nikmati salah satu buatan anak negeri…

  • Cinnamon
Cinnamon muncul disebabkan juga oleh perubahan UI Gnome 3, yang berujung pada lahirnya Unity sebagai default UI di Ubuntu. Karena LinuxMint merupakan distro turunan Ubuntu, secara otomatis pengembang LinuxMint harus memilih, menggunakan Gnome Shell atau Unity sebagai antar muka bagi distro bawaannya.
Tetapi, LinuxMint memilih melakukan forking gnome 2 dan memulai DE baru berama MATE, dan kemudian mengenalkan Cinnamon sebagai UI standar untuk LinuxMint yang berbasis GNOME 3, selain pilihan DE yang lain.
Cinnamon sebagian besar dibangun dengan menggunakan bahasa C, dan saat ini sudah rilis 1.8. Cinnamon juga mengadopsi pendekatan KDE dalam hal penyediaan perangkat kecil sebagai pemanis di desktop dan mempermudah proses kustomisasi desktop melalui desklet dan spices.
Kedepan, Cinnamon dapat saja menjadi DE yang  dependen, mengingat hampir semua komponen GNOME 3 sudah di forking kedalam Cinnamon… nah berikut ini adalah sedikit tampilan standar Cinnamon di Linuxmint 15.
Reviu lengkap LinuxMint Olivia yang make Cinnamon silahkan main kemari Dodeimedo
  • Unity
Unity adalah UI shell diatas GNOME 3, menggantikan standar UI nya GNOME 3, tetapi dengan memilih menggunakan window manager Compiz. Unity mengenalkan juga ayatana, sebagai jembatan antara user interface dengan GNOME 3 platform. Diatas inilah unity mengembangkan tampilan unity sebagaimana kita jumpai di standar ubuntu sekarang.
fitur utama Unity adalah Dash, Launcher, dan notif bar yang memang rada beda dengan Gnome Shell… berikut ini adalah screenshoot unity..

nah, segitu dulu… sebenernya ada satu lagi sih… Pantheon, yang akan jadi UI standar nya elementaryOS, tapi berhubung masih beda kita tunda dulu aja ya…:D tapi berikut ini adalah SS dari Pantheon

Linux : Manfaat Lain Linux Live CD


Tentu pada paham kan kalo paket-paket yang dikembangkan oleh komunitas opensource khususnya yang berbasis gnu/linux itu lebih maju dibandingkan Windows??? Salah satu buktinya adalah pintarnya bootloader nya linux (entah itu, LiLo atau GRUB, atau GRUB2) dalam hal mengenali sistem operasi apa saja yang ada di PC. Bukti lain adalah Live CD….
Tentu pada ngeh kan hebatnya live CD. Tidak perlu disanggah lagi, live cd memudahkan pengguna baru linux mencoba fitur-fitur distro Gnu/Linux tanpa takut mengubah sistem operasi dan data yang ada di harddisk PC/Laptop mereka. Selain itu, live CD juga sangat berguna pada saat kondisi darurat, semisal pada saat OS Windows anda ngadat dan ga mau boot… atau pada saat mau nyelametin data yang secara kebetulan ke format harddisknya… Nah saat itu lah Live CD Linux berjenis rescue cd bekerja….
Ada kalanya juga Live CD linux berguna saat anda ingin kembali ber-Windows-ria setelah menikmati sajian dualboot dengan Linux favorit anda… yakni dengan mengembalikan bootloader MS Windows anda setelah anda hapus partisi linux anda. Memang sih, bisa make cd installer Windows anda dan perintah fixmbr dll, tapi kok ya begitu legowonya orang membikin program yang kadang-kadang tidak terpikirkan oleh orang lain..Apasih programnya, ga lain dan ga bukan adalah ms-sys, memang sih tidak disertakan dalam repo resmi.
Caranya gimana?? gampang kok, yang pertama tentunya anda mesti bikin livecd/liveDVD/liveusb nya dulu. semisal dalam kasus saya ini, saya menggunakan LinuxMint 14 i386 yang edisi Cinnamon. Terus jangan lupa donlot paket ms-sys nya, Paling gampang sih bikin Live USB aja, karena ga perlu buang-buang CD/DVD, dan juga flasdisknya tetep bisa digunakan untuk menyimpan paket ms-sys nya tadi. kalo punya  koneksi internet sih lebih gampang.
Setelah sukses bikin Live USB nya tinggal boot pake Linux tadi, kemudian periksa jenis hardisk anda pake fdisk -l. Oh ya ini kerjanya di terminal ya, dan make root. Cara masuk ke root kalo LiveUSB LinuxMint tinggal ketik sudo su
nah, kalo sudah ketahuan jenis hardisk anda, entah itu ATA atau sata, tinggal install ms-sysnya pake gdebi.
sukses install ms-sys nya, tinggal lakukan perintah ms-sys -m /dev/sda kalo Windows anda itu XP dan jenis hardisk anda SATA. kalo bukan, tinggal sesuaikan saja argumen  nya dan hardisk anda. Contohnya seperti gambar ini :
Selesai tinggal reboot, dan tada… bye bye linux… welcome back Windows….
Next Read :
Madu … Mau??? Klik AttaqiGallery

Kesan Pertama Nadia Cinnamon i386


Udah lama ga nyoba-nyoba linux mint lagi sampe pas liat-liat di distrowatch.com pas ada rilis si Nadia; codename nya Linuxmint 14. nah karena kepengen, akhirnya donlot isonya yang 32 bit yang make cinnamon. Kesan pertama… em… cantik…… meskipun baru nyoba di vbox via livecd. Tapi lumayan nyaman menggunakan compat mode nya.
dari proses booting yang ga pake layar item yang lama, terus masuk desktop yang juga smooth. porses instal paket tambahan yang mudah, UI yang menawan menjadi salah satu pesona si mba Nadia ini.
Satu lagi fitur yang patut dicoba adalah, fitur System Information yang mirip sama System Informationnya Windows nya mas Bill. Jadi gampang buat mengenali hardware kita, dan mengecek kompatibilitasnya dengan si Nadia. Oh ya, jangan lupa Nadia cuma support processor yang mendukung PAE atau yang lebih baru..
bisa juga menghasilkan laporan tentang hardware yang dipake dengan mengklik Generate Report, dan hasilnya dapat disimpan dalam plain text atau html.
sip.. silahkan coba….
NB :
  • Spesifikasi sistem : Linux Mint 14 “Nadia” Cinnamon i386 pada vbox 4.2.4 dengan host Win 7 32 bit.
  • brougth to you by