Linux Untuk Usaha… Bisa Lagi


Kalo denger kata Linux, biasanya konotasi orang langsung ke layar item sama perintah perintah bash yang njelimet. Kalo udah begitu, masyarakat mikirnya Linux itu cuma cocok buat Server sama geek yang hobi ngoprek.

Ga salah juga sih, Linux memang keluar kemampuan terbaiknya kalo buat server sama menggunakan perintah bash sih… hehe…

Tapi itu dulu, sekarang Linux Desktop sudah sangat maju kok, KDE 4 maupun GNOME 3 juga udah sangat memanjakan penggunanya. Belum lagi pilihan DE yang lain, maupun Windows Manager yang lain.

Selain itu, Linux sekarang mulai di lirik oleh pelaku usaha sebagai salah satu alat bantu buat menjalankan bisnisnya. Contoh paling gampang adalah Desktop linux sekarang sudah merambah komputer meja para kasir di super market-supermarket tertentu. Belum banyak sih kalo di indonesia. Setau saya baru Ahadmart di Tangerang Selatan, Luwes Gading di Solo, sama satu supermarket di Blora. Menarik bukan???kayak apa sih tampilannya??? kalo yang di blora make Fedora, sedangkan yang di Luwes Gading make PCLinuxOS, sedangkan di Ahadmart make Ubuntu versi diatas 10.10. Berikut ini tampilannya yang di blora sama di Tangerang selatan.

Fedora di Blora

Ahadmart, Tangsel

kalo di luar negeri sudah sangat banyak penggunaan linux, sampai stasiun kereta aja make linux.. monggo di pirsani

http://linuxinthewild.tumblr.com/post/20740589649/posted-by-the-reddit-user-inarius-to-the

NB :

Advertisements

Kekeringan


image

Betapa hebat visi para founder perusahaan air minum dalam kemasan ini. Sampai bisa memperkirakan satu saat di republik ini orang ga akan bisa lepas dari air dalam kemasan. Sedikit aja ada masalah dengan distribusinya, kelangkaan ada air terjadi dimana mana. Persis kejadian setelah idul fitri kemarin. Kalo dikantor ane,kekeringan terjadi setiap senin. Semua air galon abis…..

Breaking News : RIP STAN


Sebenarnya sih bukan berita baru banget, karena ini adalah babak akhir dari pergulatan tentang status hukum  STAN sejak lama. Sejak bernama STAN/Prodip  Keuangan sampai dengan sekarang. Sejak berstatus satker dibawah kementerian keuangan sampai menjadi satker BLU.

Pergulatan tersebut sebenarnya mulai terlihat hasilnya dengan disahkannya UU Sisdiknas yang pada intinya tidak mengakui adanya PTK, karena semua pendidikan seharusnya berada dibawah kewenangan Kemendiknas.

Gong terjadi pada awal januari 2010 dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No 14 tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan. Secara jelas, eksistensi STAN akan berakhir begitu masa peralihan selama 5 tahun berakhir, berakhir pula sebenarnya  STAN secara de jure. STAN tidak lagi menjadi PTK dibawah Kementerian Keuangan tetapi harus memilih tiga alternatif yang kesemuanya memindahkan status STAN menjadi instansi dibawah Kemendiknas. berikut ini adalah potongan dari aturan peralihannya :

“b. Untuk pendidikan kedinasan yang peserta didiknya   bukan pegawai negeri dan bukan calon pegawai   negeri, tersedia 3 (tiga) alternatif penyesuaian:

1) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang   bersangkutan  sebagai pendiri    memiliki      representasi dalam organ representasi pemangku    kepentingan, untuk     memenuhi       kebutuhan  sektoral yang berkelanjutan dan memerlukan pengawasan dan penjaminan mutu yang ketat   dari    kementerian   lain  atau    LPNK yang   bersangkutan;

2) pendidikan     kedinasan   yang     bersangkutan diintegrasikan dengan perguruan tinggi negeri   tertentu dan setelah integrasi diadakan kerja   sama dengan kemasan khusus untuk memenuhi   kebutuhan sektoral yang bersifat temporer dan  memerlukan pengawasan dan penjaminan mutu   yang ketat dari kementerian lain atau LPNK yang   bersangkutan;

3) pendidikan     kedinasan   yang     bersangkutan   diintegrasikan dengan perguruan tinggi negeri   tertentu atau diserahkan kepada pemerintah   daerah jika kebutuhan akan pengawasan dan   penjaminan mutu yang ketat dari kementerian   lain atau LPNK yang bersangkutan rendah.”

STAN kan mendidik tidak hanya PNS yang melanjutkan D4, tetapi sebagian besarnya kan mendidik D3 yang belum CPNS ataupun PNS, sehingga STAN menjadi sasaran tembak pertama. Karena untuk memenuhi prasyarat agar tetap dipertahankan sebagai PTK adalah adanya kebutuhan khusus, spesialisasi, dan mahasiswanya bersatus CPNS dan atau PNS. Apalagi dulu pernah ada “STAN Swasta” (julukan untuk spesialisasi Aktuaria dan Analis Efek yang ada SPP dan Uang Kuliahnya) yang memang benar-benar tidak terkait dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan.

Sedangkan PTK-PTK di bawah Kementerian yang lain sebagain besar mahasiswanya adalah CPNS dan atau PNS, spesialis, dan khusus,maka kemungkinan besar akan memilih opsi mempertahankan eksistensinya, karena memang sesuai dengan opsi a nomor 2 dalam pasal 24 PP Nomor 14 Tahun 2010 sebagai berikut :

“a. Untuk pendidikan kedinasan yang peserta didiknya pegawai negeri dan calon pegawai negeri, baik pusat maupun daerah, tersedia 4 (empat) alternatif penyesuaian:

1) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dijadikan pendidikan dan pelatihan pegawai yang  diselenggarakan oleh Kementerian, kementerian lain, atau LPNK yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk memenuhi kebutuhan akan keterampilan pegawai;

2) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dipertahankan tetap menjadi pendidikan kedinasan yang memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini, untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan  profesi, spesialis, dan keahlian khusus lainnya;

3) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang bersangkutan sebagai pendiri memiliki representasi dalam organ representasi pemangku kepentingan, untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan menengah,  pendidikan tinggi vokasi, dan pendidikan tinggi akademik;

4) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang bersangkutan sebagai pendiri memiliki representasi dalam organ representasi pemangku

kepentingan, untuk memenuhi sekaligus semua kebutuhan sebagaimana  dimaksud pada huruf a angka 1), angka 2), dan angka 3).”

Dengan terbitnya PP ini, masa hidup STAN tinggal 4 tahun lagi, dan jika tidak dilakukan perubahan status mahasiswanya menjadi CPNS dan PNS, maka tidak akan ada lagi STAN seperti yang kita kenal seperti saat ini.

So, kita harap ada perubahan agar tidak terjadi kabar duka berhembus 4tahun  dari sekarang berbunyi RIP STAN.

sumber :

1. Milis STAN

2. PP 14 Tahun 2010

 

*Turut Berduka atas wafatnya Bapak Eli Tamba, kasubdit di Dit.APK

Berita Singkat: Pertemuan Prof Bambang Sudibyo dan Ikanas STAN


Setelah sekian lama menjadi berita hangat di dalam milis ikanas STAN, akhirnya hari ini Prof. Bambang Sudibyo bertemu dengan Bang Ossie dan kawan kawan di Jakarta Selatan dalam sebuah acara silaturrahim. dalam acara tersebut, pak profesor mengatakan bahwa pernyataan yang keluar di media bukanlah inti dari pernyataan beliau di dalam seminar tersebut.

Jadi, kasus selesai dengan catatan yang kita dapat ambil adalah kita harus berhati-hati kalau mengeluarkan pernyataan terutama jika diliput oleh media massa.

Salut buat bang Ossie dkk.

sumber : Milis IKANAS STAN

CRP II, GR to GL


Jum’at, 23 Juli 2010

Hari ini terakhir melakukan reviu jurnal untuk modul GR yang dilakukan bersama dngan para PIC dari Modul General Ledger, sehingga senin secara resmi CRP II untuk GR selesai, tinggal bagaimana reviu nya dan end to end integration demo nanti.Berat memang, karena tidak semua transaksi yang harus dicatat dalam SPAN nantinya memiliki dokumentasi.

Hal yang krusial dalam reviu jurnal di Modul GR adalah kapan titik pengakuan pendapatan atas setoran yang diterima oleh Kas Negara. Beberapa jenis setoran, penentuan pengakuan tersebut mudah, misalnya untuk Pendapatan Pajak yang diterima melalui Bank persepsi, maka diakui sebagai penerimaan saat masuk dana di setor di rekening pemerintah di bank persepsi. Akan tetapi, terkadang ada beberapa transakasi yang sangat susah untuk menentukan kapan suatu setoran diakui sebagai penerimaan negara. Contoh paling mudah adalah setoran migas yang melalui RPL migas. Cukup sulit untuk menentukan kapan dana yang ada di RPL Migas diakui sebagai pendapatan mengingat masih tercampurnya jenis-jenis setoran dalam rekening di BI tersebut.

Selanjutnya adalah penentuan segmen COA untuk transaksi penerimaan. Permasalahan  utama adalah kurangnya dokumentasi tentang siapa yang bertanggung jawab atas satu transaksi penerimaan sehingga penentuan pengisian segmen-segmen COA tersebut. Permasalahan lain adalah perlunya cara yang tidak memberatkan penyetor dalam pembayaran kewajibannya tetapi segmen COA yang diwajibkan di isi dalam SPAN tetap ada lengkap.

Contohnya adalah, dalam setoran Pajak, tidak ada kode satker KPP dalam data penerimaan yang dikirim oleh bank persepsi ke KPPN, akibatnya rekonsiliasi yang seharusnya dilakukan antara satker KPP dengan KPPN menyangkut realisasi penerimaaan perpajakan tidak dapat dilakukan.

Solusinya adalah, adanya mapping antara kode KPP ke dalam kode satker yang digunakan oleh SPAN.

Setelah selesai reviu jurnal ini, dilanjutkan dengan link test yang ternyata memakan waktu dan stamina, apalagi dilakukan secara marathon sejak pagi hingga siang serta dalam kondisi berpuasa…..

Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker Part III


Hari Kedua, Sabtu 17 Juli 2010 17.30

Setelah capek berlari-lari dalam hujan, mencari barang yang tersembunyi dalam kode dan ga ketemu, akhirnya bisa juga masuk ke kamar, bersih-bersih dan sholat, lalu tidur, capek dan udara dingin memang paling cocok buat tidur. Maka, demi peningkatan energi dan kebugaran saya putuskan untuk memanfaatkan waktu ini dengan tidur.

3. Pukul 19.00 Makan Malam dan Ramah Tamah

Hujan Deras, harusnya berkumpul di restoran untuk makan malam dan ramah tamah bersama Dirjen PBN Pak Heri Purnomo. Tapi berhubung huja yang sangat lebat dan ketiadaan payung di kamar maka, kami berempat yang sekamar di ruang 120 harus menunggu jemputan dari hotel. Harus dijemput karena memang hotel lembang asri bukan seperti hotel-hotel di Kota besar macam Jakarta yang cenderung vertikal, Hotel lembang Asri berbentuk kumpulan bungalow yang jaraknya lumayan jauh dari restoran, dan hanya dihubungkan dengan jalan setapak yang tidak dilindungi oleh atap.

Setelah menunggu kurang dari 30 menit, datang juga itu jemputan, dan dapatlah kami berempat berangkat untuk makan di restoran.

Sambil makan malam, para peserta di suguhi dengan live music dan slideshow gambar-gambar acara dari sejak pembukaan, serta ada video pendek tentang bagaimana upacara bendera sore tadi.

Setelah makan malam, maka para peserta sesuai dengan elemen masing-masing yakni dari Counterpart Proses bisnis, LGCNS, BO, dan Tim Aplikasi Satker, masing-masing maju memberikan hiburan dengan lagu dan jogetnya masing-masing. Acara tambah seru saat tim Bussiness Owner menyanyikan lagu Terajana,  Cucakrowo, dan Bojo Loro secara medley, lalu para direktur dan Pak Badar serta Pak Heri ikut larut dalam lagu yang dibawakan secara manis oleh Mas Heru.

Penampilan tim LG CNS juga mendapat tepuk tangan penonton dengan tari poco-poco yang dibawakan oleh Pak Gilbert, Pak Justin, Pak John, dan Bu Henney diiringi oleh seluruh FC.

Selain itu, Bapak Dirjen dan Bapak Direktur PKN, Pak Tata juga ikut menyumbangkan lagu kesayangan masing-masing.

4. Pengarahan dan Training Motivasi (21.00 sd 00.30)

Setelah makan, acara dilanjutkan dengan Pengarahan oleh Dirjen PBN. Acara diawali oleh laporan ketua Penyelenggara mengenai kegiatan selam pelatihan dan tujuan serta peserta pelatihan.

setelah itu, Dirjen mengatakan tentang pentingnya keberhasilan SPAN ini bagi transparansi keuangan negara.

Setelah pengarahan Dirjen PBN acara dilanjutkan dengan training Motivasi bertemakan Rezeki yang dibawakan secara apik oleh motivator lulusan FE Unpad Pak Zein Abidin yang penuh dengan gelak tawa.

Menurut beliau, ada tiga prinsip untuk meningkatkan pendapatan kita, bukan gaji kita,yakni :

1. Prinsip Manusia

Tingkatkan kualitas diri dengan beralih dari hanya profesional menjadi ahli (expert) pada satu bidang.

2. Prinsip Alam

Hukum Kekekalan Energi : Energi yang  dilepaskan sama dengan energi yang diterima.

aplikasinya : isi  pekerjaan -pekerjaan kita dengan energi positif

3. Prinsip Tuhan

Allah SWT berfirman : “Bersyukurkan maka akan aku tambah rezeki dariku”

Malam pun makin larut, dan ketika mulai dini hari acara pun selesai.

sekian laporan hari kedua…..