Link Test CRP Hari Ketiga


Setelah melakukan Conference Room Pilot per modul dalam SPAN, maka mulai hari Rabu tanggal 18 Agustus 2010 diadakan Link Test demo SPAN dengan mengggunakan data asli pengelolaan APBN di Indonesia. Awalnya saya kira link test dilakukan dengan melakukan demo satu proses yang terdiri atas lintas modul semisal dimulai dengan penerbitan dipa, pembuatan kontrak, pembayaran, proses manajemen kas, sampai akuntansi dan pelaporannya.

Akan tetapi, link test  yang dilakukan tetap per modul dimulai dari modul Manajemen DIPA , Manajemen Komitmen, Manajemen Pembayaran dan seterusnya. Dengan begini link test demonya kurang terasa karena satu sesi di isi full dengan satu modul dan diteruskan oleh modul selanjutnya. Meskipun data yang di demokan pada modul sebelumnya dipakai oleh modul lain, tetap saja rasa dari link test demo kurang terasa.

Link Test Demo hari ketiga, Jumat 20 Agustus 2010 dimulai pada  pukul 09.00 dengan mengambil topik meneruskan demo yang dilakukan oleh Mrs Lucky, Functional Consultant untuk Modul Payment Management. Sebenarnya, modul PM dimulai sejak hari kamis, 19 Agustus 2010, akan tetapi karena kompleksitasnya sampai Link Test hari ketiga ditutup pukul 12.00, belum selesai juga.

Pada hari ketiga ini, Link Test Modul Payment melanjutkan skenario yang mesti didemokan yakni untuk pembayaran transfer ke daerah, pembayaran Penarikan pinjaman Luar Negeri dengan Reksus, SP2D UP, TUP dan GUnya.

Dalam proses demo, ada beberapa isu yang terjadi yakni :

1. Untuk Belanja Transfer ke Daerah, Pak Sudarto meminta agar Nomor Rekening Penerima (Pemda Provinsi, Kabupaten, Kota) di masukkan dalam master data supplier.?

2. Untuk Penarikan Pinjaman Luar Negeri, masih belum diputuskan kurs mana yang dipakai, apakah kurs APBN, atau kurs tengah BI pada hari transaksi.?

3. Bentuk UP, apakah menggunakan standard Oracle (dianggap sebagai asset) atau tetap menggunakan akun transito?

Ketiga isu ini akan dibahas lebih lanjut bersama Pak Direktur dan sebaiknya diputuskan di level Steering Committee.

Link Test demo ditutup pada pukul 12.00 mengingat hari ini hari Jumat, dan para muslim diwajibkan untuk Sholat Jumat.

Sekian laporan langsung dari Gedung Syafruddin Prawiranegara, Lt 1. dilanjutkan besok hari….

Usulan Bagan Akun Standar Pemerintah Indonesia yang Baru


30 Juli 2010

Bagan Akun Standar (BAS) atau Chart of Account (COA) adalah jantung dari semua sistem informasi akuntansi yang dibangun oleh institusi, baik yang berbasis komputer maupun yang manual. Lalu apakah BAS/COA itu, jawabannya bermacam – macam, tergantung siapa yang mendefinisikannya. Untuk Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) BAS didefinisikan sesui dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 91 /PMK.05/2007 tentang Bagan Akun Standar sebagai ” Bagan Akun Standar adalah daftar perkiraan buku besar yang ditetapkan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan perencanaan, pelaksanaan anggaran, serta pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan pemerintah pusat.”

Sedangkan pengertian lain misalnya menurut http://www.accountspayable.co.uk/resources/glossary.php, COA disebut sebagai “The account codes which give structure to the General Ledger. May include nominal codes, expense codes, cost centre codes, project codes”

sedangkan Oracle mendefinisikan COA sebagai “The account structure helps you categorize your accounting information as you record it.”

jadi, dapat diringkas bahwa BAS/COA adalah sejumlah kode yang digunakan untuk memudahkan proses perekaman kegiatan akuntansi dalam suatu institusi.

BAS dalam SAPP berdasarkan PMK 171 terdiri atas  4 (empat) jenis kode yang terpisah, cara penggunaannya maupun cara kodifikasinya. Kode tersebut terdiri atas :

1. Kode Organisasi (Kementerian/Lembaga, Eselon I, Satuan Kerja)

2. Kode Fungsi (fungsi, sub fungsi, program, kegiatan, subkegiatan)

3. Kode Lokasi (Provinsi, Kabupaten/Kota)

4. Kode Akun (Jenis Akun, Kelompok akun, akun)

Penggunaan keempat jenis kode dalam BAS versi PMK 171 tahun 2007 dapat dijelaskan sebagai berikut ini :

1. Kode Organisasi digunakan untuk membedakan tiap-tiap Kementerian/Lembaga sampai dengan satuan kerjanya. Kode organisasi tersebut terdiri atas tiga bagian terpisah yakni Kode K/L sebanyak 3 dijit, kode Eselon I sebanyak 2 digit, dan kode Satuan Kerja sebanyak 6 digit.

2. Kode Fungsi sebenarnya merupakan turunan dari kodifikasi yang dikeluarkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) sebagai dasar untuk pelaporan keuangan di lingkungan pemerintah atau lebih dikenal sebagai COFOG (Classification of the Function of Government) yang membagi fungsi pemerintah kedalam sepuluh fungsi utama yakni :

  • 01 – General public services
  • 02 – Defence
  • 03 – Public order and safety
  • 04 – Economic affairs
  • 05 – Environmental protection
  • 06 – Housing and community amenities
  • 07 – Health
  • 08 – Recreation, culture and religion
  • 09 – Education
  • 10 – Social protection,

Sedangkan untuk Indonesia ditambah satu fungsi yakni Agama.

Kesepuluh; sebelas di Indonesia; fungsi tersebut kemudian dijabarkan menjadi sub fungsi, program , kegiatan, sub kegiatan yang merepresentasikan aktivitas – aktivitas yang dilakukan pemerintah dalam rangka menjalankan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pelaksanaan APBN.

3. Kode Lokasi, adalah kode yang menunjukkan provinsi da kabupaten/kota suatu kegiatan yang didanai oleh APBN dijalankan. Kode lokasi ini terdiri atas 2 kode provinsi dan 2 kode Kabupaten/Kota. Kode ini dibuat dan di pelihara oleh Direktorat Pelaksanaan Anggaran , Ditjen Perbendaharaan sehingga memiliki perbedaaan dengan kode lokasi yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

4. Kode Akun, merupakan adaptasi dari klasifikasi  Government Financial Statistic (GFS) yang dikeluarkan oleh IMF.  Kode Akun menunjukkan aktivitas ekonomi yang diwujudkan dalam kode akuntansi dan nantinya akan muncul dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).

Secara Sekilas, format LKPP sama dengan format yang dikeluarkan oleh GFS.

Lalu, apakah perbedaan utama BAS sekarang dengan BAS baru yang akan digunakan oleh Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara?

BAS yang diusulkan tim counterpart proses bisnis SPAN sangat berbeda dengan BAS sekarang, hal ini disebabkan kebutuhan organisasi untuk merekam kegiatan/data yang sebelumnya tidak dicatat dalam Sistem akuntansi, serta menyesuaikan dengan format standar BAS/COA dalam Oracle E Bussiness Suite (Accounting Flexfields) yang akan digunakan sebagai backbone SPAN.

BAS/COA atau accounting flexfields standar dalam Oracle E Bussiness Suite terdiri atas beberapa bagian kode (segmen) yang terpisah yang merepresentasikan kegiatan/atau nilai tertentu yang ingin di catat dalam sistem. Segment tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan institusi yang akan menggunakan solusi oracle tersebut. contoh standar dari oracle misalnya :

  • Company: A segment that indicates legal entities for commercial, for-profit organizations.
  • Fund: A segment that indicates a fiscal and accounting entity with a self-balancing set of accounts for governmental or not-for-profit organizations.
  • Cost Center or Department: A segment that indicates functional areas of your business or agency, such as Accounting, Facilities, Shipping, and so on.
  • Account: A segment that indicates your “natural” account, such as Cash, Accounts Payable, or Salary Expense.
  • Product: A segment that indicates products, such as disk drives, printer cables or magnetic tapes manufactured by a commercial, for-profit organization.
  • Program: A segment that indicates programs, such as, for a university, scholarship program, endowment program, or annual giving program.
  • Project: A segment that indicates projects such as work orders, contracts, grants, or other entities for which you want to track revenues and expenses.
  • District: A segment that indicates geographical locations, such as Northern California, Central Florida or Western New York.
  • Distribution Channel: A segment that indicates the method by which your product reaches your customer, such as Wholesale, Retail, OEM, and so on.

dari contoh diatas, terlihat bahwa COA/BAS yang akan digunakan terdiri tujuh segmen akun/kode terpisah.

Jika dilihat sekilas, maka cara pengkodean antara BAS dan standar COA di Oracle mirip, akan tetapi  untuk usulan BAS Pemerintah Indonesia yang baru, kombinasi seluruh segmen tersebut yang menjadi COA. hal ini karena, ada beberapa kode yang tidak unik, dan ada banyak kode yang digunakan bersama oleh beberapa entitas.

sehingga, nantinya BAS akan terdiri atas 10 kode terpisah yang terdiri atas kode BAS lama dengan beberapa tambahan kode baru, seperti kode KPPN, Kode Anggaran, kode interco.

DARI LEMBANG, TIM SPAN MEMBANGUN KOMITMEN KEBERSAMAAN


Rabu, 21 Juli 2010

Oleh: redaksi (Media Center Ditjen Perbendaharaan)

Sekali lagi, Direktur Jenderal Perbendaharaan Herry Purnomo mengingatkan tentang betapa pentingnya  membangun dan menjaga kebersamaan dalam meraih kesuksesan. Dalam pengarahannya di hadapan para peserta “Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerjasama Tim Penyempurnaan Modul SPAN dan Tim Penyempurnaan Aplikasi Satker” yang berlangsung pada tanggal 16 s.d. 18 Juli 2010 di Lembang, Bandung, beliau menegaskan bahwa team building sangat penting dalam rangka mengembangkan dan mensukseskan pelaksanaan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN). “Manajemen sumber daya manusia yang kita lakukan telah berhasil menghilangkan batasan-batasan yang ada. Para pegawai harus saling mengenal bisnis proses antar-direktorat, apalagi untuk menyelesaikan SPAN,  sebuah proyek yang sangat strategis bagi pengelolaan keuangan negara”, tegas beliau.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Perbendaharaan mengingatkan kembali tentang masa-masa suram di periode awal pembentukan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pada saat itu ada dua komponen utama di dalam jajaran pegawai yang seperti saling mendikotomikan, yakni pegawai yang berasal dari Ditjen Anggaran dan BAKUN (Badan Akuntansi dan Keuangan Negara). “Belum lagi kalau dilihat dari pendidikannya, ada yang dari D-I, D-III, D-IV (Program Diploma I, III, IV STAN- red.), S-1, dan yang lainnya. Namun berkat upaya team building yang kita lakukan, sekarang Ditjen Perbendaharaan sudah berhasil menjadi sebuah melting pot yang solid”, imbuh beliau mengapresiasi.

Selanjutnya, dalam pengarahan yang juga dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Perbendaharaan K. A. Badaruddin, Direktur Pengelolaan Kas Negara Tata Suntara, Direktur Sistem Perbendaharaan Bambang Isnaeni Gunarto, dan Direktur Sistem Manajemen Investasi Anandy Wati tersebut, Herry Purnomo menambahkan bahwa kebersamaan harus dipadukan dengan kemampuan menjadi seorang fast learner, inovatif, kreatif, dan berfikir out of the box. Beliau mencontohkan, betapa tanpa diinstruksikan banyak KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) yang berinisiatif membuat dan mengenakan seragam. Selain menunjukkan esprit de corp, imbuh beliau, seragam juga menggambarkan bahwa kita adalah satu kesatuan yang memiliki komitmen bersama untuk melayani masyarakat.

Di samping sesi pengarahan Dirjen Perbendaharaan, kegiatan kebersamaan itu juga mengetengahkan beberapa sesi lain dengan materi yang inspiratif untuk membangun komitmen, seperti Workshop Creative Thinking, Team Building, Renungan Membangun Motivasi untuk Meraih Sukses, disertai dengan penyelenggaraan permainan-permainan yang menantang, seperti off-road, paint gun, dan ATV. Rangkaian acara  yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh 121 orang perwakilan dari empat komponen dalam SPAN. Empat komponen itu antara lain:

1. Counterpart bisnis proses (Direktorat Tranformasi Perbendaharaan), yang bertugas merancang bisnis proses treasury yang akan datang;
2. Functional consultant dari LG Communication Management System (LG CMS), yang bertugas mengembangkan sistem informasi SPAN;
3. Business owner, yaitu Direktorat dan KPPN;
4. Tim Aplikasi

Dalam sesi Renungan Membangun Motivasi untuk Meraih Sukses yang menghadirkan Zain Abidin, dipaparkan bahwa salah satu elemen untuk mencapai kesuksesan adalah syukur. Salah satu manifetasi rasa syukur itu adalah dengan mengemban tugas-tugas organisasi dengan kemampuan optimal yang kita bisa. Semoga dengan dukungan dari personil-personil yang mempunyai komitmen dan motivasi  seperti itu, pada akhirnya SPAN akan terimpementasi dengan sukses.

Tim Liputan Media Center: Hendy, Reno, dan Edy Kus.

Sumber : http://www.perbendaharaan.go.id/new/?pilih=news&aksi=lihat&id=2425

Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker Part IV



Pelatihan Hari Ketiga

Minggu, 18 Juli 2010

Tempat : Imah seniman

Pelatihan hari ketiga lebih berfokus kepada mengatasi ketakuta-ketakutan dan mencoba keluar dari rutinitas dengan permainan-permainan yang cukup menantang yakni ATV, Paint Ball, dan Offroad. Dimulai dengan pergi ke lokasi yang berjarak kurang lebih 1 KM dari Hotel,setelah makan pagi dengan menggunakan Bus, lalu setelah sampai pertama kali adalah peserta dibagi berdasarkan keinginan peserta untuk melalukan petualangan yang mana dulu. Karena ATV yang lebih dulu siap, maka para peserta harus mendaftar dahulu, dan peserta dengan nomor pendaftaran 1 sd 30 main ATV dulu, selebihnya melakukan offroad.

Para peserta yang main ATV pun harus bergiliran karena ATV yang disediakan hanya enam unit, dengan jarak tempuh sirkuit yang cuma 1,2 KM, maka masing masing peserta harus menunggu dan sambil menunggu, setealh arena peperangan Paint Ball siap, maka dilaksanakan juga pertempuran Paint Ball.

Setelah itu, mulailah offroad generasi kedua, menyusuri rute sekitaran kaki gunung tangkuban perahu sampai turun setelah pasar Lembang. Medannya memang aduhai, dengan pemandangan pegunungan dan jurang di sisi bawah, serta hujan yang turun di tengah perjalanan dan turunnya kabut mewarnai perjalan selama tiga jam tersebut.

Sampai di Imah seniman sudah hampir jam 15.00, sebenarnya sudah lewat dari jadwal akan tetapi mengingat belum makan siang, maka para peserta makan siang dulu. Johan dan mas Winda udah kelaparan kayaknya.

Sesampainya di Hotel, hampir jam 16.00, maka peserta yang baru datang dari imah seniman harus bergegas untuk merapikan diri dan berkumpul di restoran untuk penutupan. Celakanya, waktu mau bersih-bersih, ternyata air panas di kamar sudah mati, padahal  kita kan kedinginan setelah kehujanan dan kotor dari lokasi outbond.

Acara penutupan berlangsung informal dengan mc Ibu Ira, dan di tutup oleh Pak Syaiful, tetapi yang tidak terduga adalah LG CNS menyediakan doorprize berupa 1 buah Digital Frame LG, dan 2 Buah HP LG Cookie. Pemenangnya adalah mas Heru dan Dika Harlian sert satu orang dari Setdijen kalo ga salah.

Acara terakhir, pulang ke jakarta, dan besok harus kembali kerja keras

Demikianlah, laporan Pelatihan tiga hari ini, ada salah mohon maaf ya.

Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker Part III


Hari Kedua, Sabtu 17 Juli 2010 17.30

Setelah capek berlari-lari dalam hujan, mencari barang yang tersembunyi dalam kode dan ga ketemu, akhirnya bisa juga masuk ke kamar, bersih-bersih dan sholat, lalu tidur, capek dan udara dingin memang paling cocok buat tidur. Maka, demi peningkatan energi dan kebugaran saya putuskan untuk memanfaatkan waktu ini dengan tidur.

3. Pukul 19.00 Makan Malam dan Ramah Tamah

Hujan Deras, harusnya berkumpul di restoran untuk makan malam dan ramah tamah bersama Dirjen PBN Pak Heri Purnomo. Tapi berhubung huja yang sangat lebat dan ketiadaan payung di kamar maka, kami berempat yang sekamar di ruang 120 harus menunggu jemputan dari hotel. Harus dijemput karena memang hotel lembang asri bukan seperti hotel-hotel di Kota besar macam Jakarta yang cenderung vertikal, Hotel lembang Asri berbentuk kumpulan bungalow yang jaraknya lumayan jauh dari restoran, dan hanya dihubungkan dengan jalan setapak yang tidak dilindungi oleh atap.

Setelah menunggu kurang dari 30 menit, datang juga itu jemputan, dan dapatlah kami berempat berangkat untuk makan di restoran.

Sambil makan malam, para peserta di suguhi dengan live music dan slideshow gambar-gambar acara dari sejak pembukaan, serta ada video pendek tentang bagaimana upacara bendera sore tadi.

Setelah makan malam, maka para peserta sesuai dengan elemen masing-masing yakni dari Counterpart Proses bisnis, LGCNS, BO, dan Tim Aplikasi Satker, masing-masing maju memberikan hiburan dengan lagu dan jogetnya masing-masing. Acara tambah seru saat tim Bussiness Owner menyanyikan lagu Terajana,  Cucakrowo, dan Bojo Loro secara medley, lalu para direktur dan Pak Badar serta Pak Heri ikut larut dalam lagu yang dibawakan secara manis oleh Mas Heru.

Penampilan tim LG CNS juga mendapat tepuk tangan penonton dengan tari poco-poco yang dibawakan oleh Pak Gilbert, Pak Justin, Pak John, dan Bu Henney diiringi oleh seluruh FC.

Selain itu, Bapak Dirjen dan Bapak Direktur PKN, Pak Tata juga ikut menyumbangkan lagu kesayangan masing-masing.

4. Pengarahan dan Training Motivasi (21.00 sd 00.30)

Setelah makan, acara dilanjutkan dengan Pengarahan oleh Dirjen PBN. Acara diawali oleh laporan ketua Penyelenggara mengenai kegiatan selam pelatihan dan tujuan serta peserta pelatihan.

setelah itu, Dirjen mengatakan tentang pentingnya keberhasilan SPAN ini bagi transparansi keuangan negara.

Setelah pengarahan Dirjen PBN acara dilanjutkan dengan training Motivasi bertemakan Rezeki yang dibawakan secara apik oleh motivator lulusan FE Unpad Pak Zein Abidin yang penuh dengan gelak tawa.

Menurut beliau, ada tiga prinsip untuk meningkatkan pendapatan kita, bukan gaji kita,yakni :

1. Prinsip Manusia

Tingkatkan kualitas diri dengan beralih dari hanya profesional menjadi ahli (expert) pada satu bidang.

2. Prinsip Alam

Hukum Kekekalan Energi : Energi yang  dilepaskan sama dengan energi yang diterima.

aplikasinya : isi  pekerjaan -pekerjaan kita dengan energi positif

3. Prinsip Tuhan

Allah SWT berfirman : “Bersyukurkan maka akan aku tambah rezeki dariku”

Malam pun makin larut, dan ketika mulai dini hari acara pun selesai.

sekian laporan hari kedua…..

Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker Part II


Hari kedua,

Sabtu, 17 Juli 2010

Lokasi : Hotel Lembang Asri

Pelatihan hari ini dapat dibagi menjadi 4 acara besar yakni :

1. Workshop Kreativitas oleh Ibu Ayi (08.00 sd 12.00)

2. Team Building oleh tim BMW (14.00 sd 17.30)

3. Ramah Tamah dan Makan Malam bersama Pak Dirjen (19.00 sd 20.00).

4. Pengarahan Dirjen PBN serta training Motivasi oleh Zein Abidin (20.00 sd 24.30 )

1. Workshop Kreativitas oleh Ibu Ayi (08.00 sd 12.00)

Lokasi : Bougenville Room

Sesi pagi, dilaksanakan setelah sarapan, kali ini workshop dilakukan di dalam ruangan dengan fasilitator Ibu Ayi dengan tema kreativitas. Metodenya sederhana, lebih bercerita tentang kehidupan dan bagaimana mengatasi permasalahan dengan mengandalkan Fikiran positif dan berbaik sangka atas kejadian-kejadian dalam hidup.

Salah satu cerita yang disampaikan oleh fasilitator adalah tentang Transformasi yang dilakukan oleh Allah SWT terhadap mahluk ciptaanNya untuk meningkatkan kapasitasnya melalui serangkaian ujian, cobaan, dan godaan.  Fasilitator menceritakan bahwa bagaimana mangga yang manis, dan memiliki kandungan Vitamin C yang tinggi adalah mangga yang telah melewati semua godaan, kesulitan, dan cobaan berupa hujan, panas, ulat, dan lain-lain, lalu menjelma menjadi mangga yang matang, manis dan bermanfaat bagi sebanyak mungkin mahluk.

Demikian juga dengan alpukat yang matang, manis, dan penuh dengan Vitamin E, adalah alpukat yang telah melewati proses transformasi berupa kesulitan, kesusahan, dan cobaan dan menjelma menjadi alpukat yang bermanfaat bagi sebanyak mungkin umat.

Fasilitator juga menceritakan bagaimana transformasi segumpal tanah liat dari gunung, yang setiap hari diinjak-injak, dan dilewati orang, dilupakan orang menjadi sebuah cangkir keramik yang cantik dan dipuji oleh orang-orang yang melihatnya.

Hikmah dari ketiga cerita diatas adalah seringkali ketidaknyamanan, kesulitan, dan kesusahan yang kita terima adalah proses transformasi untuk mengeluarkan potensi terbaik kita oleh Allah SWT, oleh karena itu kita diajarkan untuk selalu berbaik sangka kepadaNya.

2. Team Building oleh Tim BMW (pukul 14.00 sd 17.30 WIB)

Lokasi : Taman Hotel

Setela makan siang, pelatihan dilanjutkan dengan pelatihan pembentukan komitmen (team building) dengan melakukan permainan-permainan bersama tim yang bertujuan untuk mengasah ide, kreativitas , dan kekompakan tim. Untuk itu, para peserta di bagi dalam 12 tim yang masing masing harus menunjuk ketua dan menentukan nama bagi timmnya. Tiap tim harus menyelesaikan tugas yang diberikan dan akan diberikan nilai berupa koin bernililai 100 poin. Sebagai modal awal, tiap tim berikan modal awal 500 poin.

Permainan pertama yang harus dilakukan adalah mendandani satu satu anggota tim sebagai maskot dengan memanfaatkan barang-barang disekitar lokasi serta kertas koran, karton, dan kertas bekas yang diberi oleh panitia.

Permainan kedua lebih menantang yakni tim harus menegakkan 9 buah paku yang berukuran sama di atas satu paku yang ditancapkan di atas balok tanpa menggunakan alat bantu apapun. Dalam permainan ini hanya satu tim yang berhasil yakni tim yang di pimpin oleh Mas Rianto Hadi Jatmiko.

Permainan ketiga, adalah memecahkan balon sambil melindungi balon yang dibawa oleh tim.

Permainan ke 4, memecahkan kode yang tersembunyi di balik perunjuk berupa kata yang menunjukkan benda dan lokasi suatu benda.

Terakhir, dari semua benda yang terkumpul, dibangunlah sebuah tiang bendara denga 3 balon serta ada 2 anak panah dan busurnya.

Perintah selanjutnya adalah mengibarkan bendera merah putih, serta memanah ketiga balon yang ada  di tiang bendera.

Setelah tiang bendera ditegakkan, dilakukan upacara pengibaran bendera secara spontan, yang dipimpin oleh Mas Windasena, dengan para pengibar bendera yakni pak Taukhid, Mbak Yanti, dan satu orang lagi. Selama proses pengibaran Sang Saka Merah Putih dinyanyikan juga lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh semua peserta.

Upacara berlangsung khidmat meskipun dibawah guyuran hujan dan dinginnya udara sore lembang.

seusai upacara, para pemanah maju untuk menuntaskan tugasnya memanah, tetapi dari enam anak panah hanya pak Dody yang berhasil mengenai dua baol diantaranya. balon terakhir diberikan untuk dipanah oleh Pak Gilbert Won dari LG CNS dan duarrr… berhasil..

Tetapi dibalik para pemanah ternyata dilatih memakai pnah oelh pak Hemindon, dan horee… pak Hemidon diangkat bersama-sama.

Di dalam salah satu balon ada komitmen yang harus diresapi oleh peserta dipimpin oleh pak Dody.

Terakhir, diadakan kontemplasi atas semua permainan dan bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Tuhan.

Sekian, laporan langsung hari ini oleh redaksi

Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker


Jumat, 16 juli 2010

Dalam rangka membangun saling pengertian antara komponen Ditjen Perbendaharaan tentang Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara, maka dilakukanlah Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker selama 3 hari mulai Jumat, 16 Juli 2010 sampai dengan Minggu 18 Juli 2010 bertempat di Hotel Lembang Asri dan Imah Seniman.

Acara di ikuti oleh empat elemen pendukung SPAN yakni Tim Counterpart Proses Bisnis, Tim Aplikasi Satker, Bussiness Owner, serta Tim LG CNS. Acara dimulai dengan pendaftaran yang dilakukan di Ruang Piet Harjono, dan dilanjutkan dengan berangkat ke lokasi menggunakan Tiga Bus pada pukul 15.00. Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam melalui jalan Tol Cipuralang dan melewati bandung.

Sesampainya di tempat, disambut dengan udara dingin khas lembang dan sedikit hujan. Setelah makan malam dan pembagian perlengkapan training (tas, kaos, name tag, dan topi) dilanjutkan dengan acara pembukaan dan presentasi CRP II.

Acara Pembukaan diawali oleh Master Of Ceremony Pak Dody D. Hutabarat, dan dilanjutkan dengan laporan ketua penyelenggara Bpk Syaiful Islam. Dalam Laporannya pak Syaiful menjelaskan tujuan dan maksud pelatihan, serta metode pelatihannya.

setelah itu, dilanjutkan dengan pembukaan yang dilakukan oleh Sekretaris Ditjen Perbendaharaan Bpk KA Badaruddin didampingi oleh Direktur SMI, Ibu Anandywati.

Setelah acara pembukaan, dilaksanakan presentasi CRP II oleh Pak Syaiful, Mr. Justin (LG CNS), dan pak Bimo (IVV). Dijelaskan oleh pak Justin apa itu CRP II, dan manfaatnya serta kenapa harus sesuai dengan jadwal.

Selanjutnya, pak Syaiful menambahkan dengan reviu CRP II Demo yang telah dilaksanakan selama 2 (dua) minggu setiap hari dari oukul 14.00 sd. 17.00 WIB. disebutkan juga bahwa CRP II Demo masih 62% dari target. disebutkan juga bahwa erdapat hambatan dari CRP II Demo yang menyebabkan mengapa capaian rata-ratanya baru 62% yaitu lamanya diskusi yang dilakukan serta waktu yang kurang fleksibel.

Setelah semua selesai, sekitar pukul 23.00 WIB, acara dilanjutkan dengan tidur di kamar masing-masing.

Begitulah laporan Hari Pertama Pelatihan langsung dari redaksi