SOP


apaan sih SOP???kok ribut sampe bikin postingan segala di blog…

gimana ga ribut kalo mesti bikin SOP yang formatnya aja njelimet?susyah bin ribet?ga dibikin gampang aja, padahal kan tujuan nya biar mudah menyesuaikan dengan kondisi yang ada..lha kalo formatnya aja ribet gimana mau mikir bikin SOP yang mudah di mengerti???

Halah… ini ngomong apa lagi…

sabar ya… yang nulis juga  lagi pusing … hehehe

http://www.youtube.com/watch?v=yVpbFMhOAwE


Abis nonton video ini, aku rapat ngomongin masalah perbaikan use case untuk SPAN. em ternyata untuk membagi tugas yang terkait dengan banyak orang, ternyata memang tidak mudah. meskipun sudah dibantu oleh konsultan dan make Collaborative Environment (CE) berbasis MS Project, masih juga menyisakan beberapa permasalahan, yakni bagaimana mengakses satu dokumen secara bersamaan.
Memang masih bisa melakukan kontrol perubahan dokumentasi, tetapi tetap saja tidak dapat mengakses satu dokumen secara bersama-sama.
jadi berfikir, bagaimana Pengembangan Linux yang melibatkan lebih dari 5000 developer, mampu berjalan tanpa hambatan.
Dari dua kejadian ini, sempat mikir gimana kalo pengembangan SPAN make git sebagai development tool, dan sebagai dasar pengembangan Collaborative environment model baru.
halah.. ngimpi ….

Membuka Oracle EBS Client Pake Debian Squeeze dan Iceweasel


Ga asyik banget sih Oracle itu, gimana tidak kok Oracle EBS Client hanya bisa dibuka pake MS Windows. terutama plugin javanya itu lho?padahal kan Servernya bisa dipasang di mesin linux juga?aneh ga?mereka bikin plugin java khusus untuk EBS nya hanya yang bisa dibuka di browser di Windows. ngeselin ga?padahal saya kan lebih enak make Debian daripada Windows.

untungnya sih java plugin bisa juga di pake di GNU/Linux system jadi ga perlu terlalu khawatir kalo pengen ngebuka EBS Client di OS Linux. yang pasti ente harus make brower yang bisa make pluginnya java JRE, dan pastikan JREnya yang terbaru.Kalo udah ada di reponya tinggal cari aja sun-java-plugin di reponya, dan enaknya Debian nyediain itu repo, di bagian non-free kayaknya?kalo udah ada di repo kan enak tinggal gunain mantra sakti apt-get install saja.
yang belum ada itu yang agak repot, harus install manual dan ngesymlink itu plugin ke browsernya.

oya, demi kenyamanan pas ngebuka Oracle EBS Client, jangan install openJDK maupun plugin openjdknya, karena emang ga disarankan oleh orang-orang yang pernah make.kalo udah tinggal setting hostnya dan buka itu oracle EBS client, dan tada…. pluginnya bisa dipake… selamat deh…

sumber :

1. http://forums.oracle.com/forums/thread.jspa?threadID=989323&tstart=0

2. http://www.blog.highub.com/linux/install-java-on-ubuntu-firefox/

Belajar Oracle EBS


Belajar Oracle EBS emang susah juga ya…

Dua hari training EBS yak ok susah bener.. padahal Cuma belajar dari modul purchasing sampai G/L kok..

Dari belajar integrasi antara Modules Purchasing sama modul financial yang terdiri atas G/L, AP, AR, CM.

Nah yang jadi masalah, baik tampilan maupun isi dari oracle EBS memang amat sangat ribet…:o/

Untuk setup saya memang lumayan jika ga dibilang susah, tiap modul punya spesifik setup, dan punya keunikan masing masing..

Yah begitulah… makasih..:o/

TPBE Menang lawan Korea Selatan (LG-CNS)


Wow gara-gara rel Kereta Api yang patah di daerah Bintaro, ga jadi deh ikutan main dalam laga liga futsal SPAN antara tim TPBE versus Tim LG-CNS 2 yang diperkuat pemain impor asal negeri ginseng. padahal sudah berangkat lebih pagi kok tetap ga nyampe juga.Duh jadi nyesel nih ga menyaksikan perjuangan temen-temen agar bisa terhindar dari pertemuan dengan tim Bussiness Owner yang notebene adalah kumpulan pemain-pemain bola terbaik di kantor pusat.

Nah, masalahnya untuk bisa menghindari bertemu tim BO di perempat final, tim TPBE harus menang minimal 19-0, karena kemarin seri lawan tim DJA 2 5-5, sedangkan tim DJA2 menang 18-0 waktu main melawan tim LG-CNS2.

Akibat kekalahan besar tersebut jugalah, tim LG-CNS 2 mendatangkan pemain impor dari Korea Selatan (tepatnya waktu lawan DJA2 si pemain impor ga ada), dan tim TPBE sedikit memandang enteng pertandingan ini.

Akibatnya, meskipun menang, tapi sempat berjalan alot katanya, dan kebobolan 7 gol gawang tim TPBE yang dijaga arif.k dan windasena.winarno secara bergantian.

Hasil akhirnya tim TPBE menang atas tim Korea Selatan (ups salah tim LG-CNS2) dengan skor akhir 15-7 dan akan menantang tim BO di babak selanjutnya.

Pelajaran yang diperoleh adalah kita tidak boleh menganggap remeh atas sesuatu yang saat ini terlihat tidak baik/kurang baik, ada kemungkinan dilakukan perbaikan setelah kejadian jelek tersebut.

oke.. selamat siang..laporan selesai

Kartun kartun karya Pegawai Perbendaharaan


Jadi Pelayan memang tugas utamanya melayani. Tidak terkecuali juga para pelayan masyarakat yang bertugas di Ditjen Perbendaharaan tugas utamanya melayani satker yang akan melakukan proses pelaksanaan anggaran dari proses penerbitan DIPA sampai penyusunan LKPP. Tetapi, hal tersebut tidak lantas mematikan kreativitas mereka dalam berkarya seni. Buktinya pada perlombaan karikatur tentang perbendaharaan setahun yang lalu cukup banyak dari pgawai yang mengirimkan karya karikatur mereka dengan bermacam tema mulai dari berantas korupsi sampai isu tentang tuntutan profesionalisme.

Berikut ini adalah beberapa kartun/karikatur pemenang lomba karikatur dalam rangka kompetisi kompetensi perbendaharaan 2009.

1. stop korupsi

2. Reformasi Birokrasi

3. Jembatan reformasi

4. Timbangan

Itulah coretan perasaan para pegawai yang setidaknya memberikan gambaran tentang kegamangan mereka memasuki era baru serta tekad mereka untuk memberantas korupsi.

entahlah….

sumber :
perbendaharaan.go.id

CRP II, GR to GL


Jum’at, 23 Juli 2010

Hari ini terakhir melakukan reviu jurnal untuk modul GR yang dilakukan bersama dngan para PIC dari Modul General Ledger, sehingga senin secara resmi CRP II untuk GR selesai, tinggal bagaimana reviu nya dan end to end integration demo nanti.Berat memang, karena tidak semua transaksi yang harus dicatat dalam SPAN nantinya memiliki dokumentasi.

Hal yang krusial dalam reviu jurnal di Modul GR adalah kapan titik pengakuan pendapatan atas setoran yang diterima oleh Kas Negara. Beberapa jenis setoran, penentuan pengakuan tersebut mudah, misalnya untuk Pendapatan Pajak yang diterima melalui Bank persepsi, maka diakui sebagai penerimaan saat masuk dana di setor di rekening pemerintah di bank persepsi. Akan tetapi, terkadang ada beberapa transakasi yang sangat susah untuk menentukan kapan suatu setoran diakui sebagai penerimaan negara. Contoh paling mudah adalah setoran migas yang melalui RPL migas. Cukup sulit untuk menentukan kapan dana yang ada di RPL Migas diakui sebagai pendapatan mengingat masih tercampurnya jenis-jenis setoran dalam rekening di BI tersebut.

Selanjutnya adalah penentuan segmen COA untuk transaksi penerimaan. Permasalahan  utama adalah kurangnya dokumentasi tentang siapa yang bertanggung jawab atas satu transaksi penerimaan sehingga penentuan pengisian segmen-segmen COA tersebut. Permasalahan lain adalah perlunya cara yang tidak memberatkan penyetor dalam pembayaran kewajibannya tetapi segmen COA yang diwajibkan di isi dalam SPAN tetap ada lengkap.

Contohnya adalah, dalam setoran Pajak, tidak ada kode satker KPP dalam data penerimaan yang dikirim oleh bank persepsi ke KPPN, akibatnya rekonsiliasi yang seharusnya dilakukan antara satker KPP dengan KPPN menyangkut realisasi penerimaaan perpajakan tidak dapat dilakukan.

Solusinya adalah, adanya mapping antara kode KPP ke dalam kode satker yang digunakan oleh SPAN.

Setelah selesai reviu jurnal ini, dilanjutkan dengan link test yang ternyata memakan waktu dan stamina, apalagi dilakukan secara marathon sejak pagi hingga siang serta dalam kondisi berpuasa…..