Fathi Panas dan INA CBGs


Apa hubungannya hayo, antara Fathi yang demam berat sama INA CBG? Hayo pada bingung kan?? hehe… Sebenarnya ceritanya dimulai dengan disahkannya dua Undang-Undang yakni UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Jaminan Kesehatan Nasional, dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Nah, singkat kata, mulai 1 Januari 2014 itu, saat dimulainya program JKN yang penyelenggaranya  itu BPJS. PT Askes, merupakan salah satu BUMN yang menjadi BPJS Kesehatan. Nah, pola penjaminan oleh BPJS Kesehatan (eks PT Askes) itulah yang disebut INA CBG alias Indonesian Case Base Groups.
Nah, karena minggu kemarin itu Fathi demam tinggi (diatas 38 C) akhirnya oleh dr. Riza disarankan mondok lagi di RSDM. Nah, karena pas masuk itu tanggal 7 Januari 2014, tentunya PT Askes sudah berubah menjadi BPJS Kesehatan, alhamdulillah RSDM termasuk RS yang sudah siap melayani JKN (BPJS Kesehatan), pola penjaminan oleh PT Askes selama ini yang memisahkan paket layanan rumah sakit, serta Obat juga berubah menggunakan INA CBG. Awalnya juga sempat khawatir sih dengan sistem baru yang baru jalan seminggu.
Lalu, INA CBG itu apaan sih? secara gampang nya sih, BPJS Kesehatan itu menjamin pesertanya yang sakit itu per paket berdasarkan diagnosis dan terapi yang diterima sampai pesertanya keluar rumah sakit. Sedikit Berbeda dengan pola penjaminan PT Askes yang membagi penjaminan antara pelayanan kesehatan dengan obat.Dengan INA CBG, diagnosis awal dan terapi yang akan dilakukan itu menjadi dasar besarnya jaminan oleh BPJS, akan tetapi besarnya jaminan ini tetap, alias ada batas tarifnya, sebagai contoh ketika Fathi panas kemarin itu, diagnosis awalnya adalah NHL dan terapinya yang diterima sepertinya digolongkan sebgai demam berat, maka tarif yang sekaligus batas atas jaminannya adalah sekitar 5 jt-an rupiah. Angka 5 jt rupiah inilah yang menjadi batas atas yang dijamin BPJS.
Sedangkan tarif RSDM pada dasarnya ditentukan melalui peraturan gubernur Jateng yang tetap mengenakan biaya per layanan. Nah, kalo plafonnya habis, maka kelebihannya itulah yang harus ditanggung oleh Pasien. Sebagai contoh; Fathi kemarin itu 3 hari di RS, total biayanya sekitar 2 jt an rupiah, sedangkan yang dijamin BPJS sebesar 5 jtan rupiah. Saya ga nombok, karena memang masih dibawah plafon, cuma kalo seminggu di RS, pengalaman sebelumnya biaya RSnya sekitar 8 jt an, dengan asumsi yang ditanggung itu 5 jt-an, maka saya mesti membayar rp 3 jutaan.
Kasarnya begitu, semakin lama di rumah sakit, semakin besar yang harus dibayar pasien, karena jaminan dari BPJS itu tetap jumlahnya. Artinya, pasien itu ga boleh lama-lama sakit, ini yang dinamakan oleh pemikir INA CBG sebagai Clinical Pathway. Dokter, Pasien, dan Rumah Sakit mesti mikir berapa lama pasien ini dirawat di RS sampe sembuh. Semisal, kalo demam, cukup 3 hari saja, ga perlu lama-lama. dsb.
Tapi, ada satu yang rada pusing dengan Clinical Pathway ini, banyak penyakit yang ga mudah untuk menentukan sembuhnya, apalagi yang harus dirawat di ICU berminggu-minggu, kalo yang masih sanggup jalan, dapat di rujuk balik  (disuruh pulang, terus masuk lagi dengan diagnosis sama), lha yang ga bisa kan biaya yang tidak ditanggung akan sangat besar.
Tapi, mudah-mudahan tarif INA CBGs nya tetap memperhatikan perkembangan dan kesesuaiannya dengan kondisi yang terjadi di lapangan, sehingga dokter ga pusing, pasien juga ga pusing, rumah sakit lebih gampang mengalokasikan tarif.
untuk rujukan bacaan silahkan datangi saja website berikut ini :
oke semoga bermanfaat.
next read:
gambar saya ambil tanpa permisi dari sini 

Federal Hunter : Online Mode


Menjadi penghobi sepeda lawasan itu emang rada-rada repot kok. Kenapa, namanya juga sepeda lawas, nyarinya juga mesti di bengkel  sepeda atau toko sepeda bekas. Kalo nanya ke toko sepeda baru ya pasti kecele… enggak jual. Apalagi yang produsennya udah modar alias tutup pabrik semacam Toyo Asahi, Federal, Bridgestone atau Panasonic. Persis nyari anak ayam kampung yang nyungsep di antara anak ayam broiler, Susah… mesti jeli dan sering sering main ke tukang bengkel, atau tukang loak. sapa tau ada yang kelepasan jual murah….
Nah, lain lagi kalo punya langganan internet, kita bisa memanfaatkannya untuk berburu sepeda lawas idaman kita. Tapi, lagi lagi kesabaran kita mesti diuji, karena biasanya kalo udah masuk internet itu harganya bisa melonjak-lonjak..hehe…
Tips kalo nyari sepeda lawas via internet adalah selalu mengecek situs situs jual beli terutama bukalapak.com, berniaga.com, tokobagus.com, dan FJB kaskus.co.id atau mantengin status fb para saudagar sepeda di FB seperti om Bewok, atau kang Idaz,atau mbah war. agar aman pastikan orangnya sering berinteraksi dengan kita, terus cek tidak hanya di satu tempat website saja. cek juga lapak jualan onlinenya yang lain. Kalo belum yakin ga ada salahnya juga samperin ke tempat penjualnya, atau pake pembayaran via rekber.
Nah, khusus Federal, ada beberapa yang kayaknya patut di uji coba nih, kenapa, karena harganya masih rasional, dan terjangkau. Agar aman, ya ikuti saran saya diatas:
Komentar : aseli,penjualnya terpercaya
kekurangan : ga fullbike
Komenter : Meskipun rada mahal, ini Fedy balap yang masih rada jarang yang punya, alias jenis langka.
kekurangan : hanya mau COD, rada mahal
Komentar : Salah satu seri high en, cat masih mulus, crank Sakae Oval
Kekurangan : Lumayan mahal

4. Streetcat (tokobagus.com)

Komentar : catnya ori, harga wajar.
kekurangan : belum kenal sellernya, mending COD atau rekber

Komentar : Seri Macannya  Federal, lumayan antik, apalagi kalo fullbike
Kekurangan : sellernya hanya ngejual frameset atau fullbike tanpa gearset.
Komentar : Ori.
kekurangan : Penjualnya belum kenal
Nah, sementara itu dulu rekomendasi sepeda federal yang layak di buru via online, sekali lagi, cek dulu penjualnya, terpercaya tidak, kalo deket, kenapa tidak samperin aja kerumahnya…
Next Read :
sponsored by AttaqiGallery