BLACKLIST BANK MEMBAWA BERKAH


Oleh Andi Micro
———————–

Bagi pengusaha, pandangan bahwa kredit bank adalah hal yang sangat penting untuk kemajuan usaha, adalah hal yang umum. Bahkan kredit sudah jadi kebutuhan primer masyarakat, mau beli motor, mobil, rumah, modal usaha, dll. Bagaimana ketika kena Blacklist BI akibat menunggak kredit? Kebanyakan sih berfikir kalang kabut, ntar ga bisa kredit lagi. Saya juga begitu awalnya beberapa tahun yang lalu, dan ketika kena Blacklist, dan benar2 tidak bisa berkutik, mau bayar ga ada duitnya, cari kemana2 ga dapat2, ya udah pasrah saja.
Disitu baru kita tahu, bagi Bank jika nasabah tidak bisa bayar, maka asumsi utamanya cuma satu : “NASABAH TIDAK MAU BAYAR, bukan TIDAK MAMPU BAYAR” Akibatnya apa? Banyak kan yang ditagih2 dengan keras, dibilang penipu, dusta, janji2 mulu, dan sejuta caci maki oleh debt collector. Iyalah, kita dianggap ngemplang bayar, bukan dianggap tidak mampu bayar, makanya kudu dipaksa2 buat mau bayar. Belum lagi bunga berbunganya, yang ada aja ga mampu dibayar, udah dibungai lagi gara2 telat bayar. Bank sahabat pengusaha? Pikir lagi. # sorry
Dari peristiwa itu saya sadar betapa bodohnya saya diperdaya ilusi kredit. Alhamdulillah, mungkin itu jalannya dari Allah untuk memaksa saya menjauhi Riba. Karena tidak bisa kredit lagi, satu2nya jalan adalah jual aset. Habis2an jual aset buat bayar utang, biar kere tapi happy. Akhirnya benar, hutang saya sebagian sudah lunas, aset amblas, mulai dari nol seperti kata pegawai SPBU sebelum isi bensin.
Tapi yang namanya Rezeki itu sudah dibagi. Meskipun hidup serasa diujung tanduk, makan tahu tempe tiap hari, Alhamdulillah ada aja tawaran pekerjaan, mulai yang kecil2, sampai yang besar. Kebutuhan modal diatasi dengan pinjam teman, sistem bagi hasil, ga pake lihat BI checking dulu, jaminannya mulut ama leher saya, aman….
Dari perputaran bisnis dengan modal teman2 dan saudara, akhirnya tumbuh lagi, bahkan lebih pesat daripada dulu2. Sayapun bisa menyisihkan keuntungan usaha untuk investasi dan tabungan. Meskipun masih ada beberapa tagihan dan cicilan sisa2 zaman jahiliyah dulu, tapi InsyaAllah akan saya “habisi” kedepannya.
Blacklist Bank tidak berarti kita tidak bisa memanfaatkan fitur2 keuangan bank, utamanya lalu lintas dana, tapi mencegah kita untuk mendapat kredit, that’s it.
Kenapa harus pusing jika tidak bisa kredit? Toh kredit itu adalah menabung secara paksa, kalo ga nyetor ya kena denda, di maki2, dan di permalukan. Anda pernah mikir ga, kalo cicilan motor misalnya kurang 1 bulan, tapi anda menunggak, akibatnya apa? Motornya ditarik kan, seolah2 anda ga berhak apapun atas motor itu karena perjanjian kreditnya adalah SEWA-BELI, selama belum lunas, barang itu dianggap sewa. Edyaaaannnn….
Kita (harusnya) bisa menabung sendiri tanpa perlu dipaksa. Untuk menghindarkan dari virus inflasi, saya tabung dalam bentuk emas batangan, sedikit2 1-5 gram, kalo ada duit, beli lagi, sampai nilainya mencukupi saya untuk beli sesuatu, motor misalnya. Emas tahan inflasi, jadi nilainya akan mengikuti kenaikan inflasi. Tabungan emas saya juga tidak disedot uang administrasi bla…bla…bla… wong disimpen sendiri.
Modal usaha? Kakek saya tidak pernah urusan sama bank. Beliau menyisihkan sebagian dari hasil bertani kecil2an. Bisa tuh punya sawah berhektar2 dan sapi beberapa ekor. Banyak pengusaha2 sukses yang berangkat dari strata bawah a.k.a miskin yang jelas dan pasti tidak bakal di lirik petugas bank untuk ditawari kredit, bisa tuh sukses. Masa kita tidak bisa? Balik lagi aja ke era Dinosaurus.
Memang menghindari Riba 100% mungkin hal yang mustahil hidup di Indonesia ini, tapi usaha keras kita kearah situ sudah sangat berharga, setidaknya untuk menjauhkan kita dari dosa yang besar, agar rezeki yang didapat bisa barokah untuk kita, keluarga, dan keturunan2 kita kelak. InsyaAllah.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s