Menakar Daya Tahan Generasi Ketiga Ikhwanul Muslimin


By: Nandang Burhanudin

185 tokoh sentral Ikhwan terancam eksekusi mati. Orang-orang beken Mesir mulai gurubesar hingga penyumbang medali dunia kini mendekam di penjara kudeta. Dituduh teroris,divonis mati, dipecat dari kampus, pekerjaan,bahkan status kewarganegaraan. Ribuan orang mati, dibantai tanpa peduli tua muda atauanak belum dewasa. Bahkan seorangpahlawan perang 1973, beberapa perwira militer peraih penghargaan bintang, digerushingga mampus.

Tidak seperti Salafy An-Nur yang bangga dipuja-puji As-Sisi, bahkan membuka diri untuk menerima caleg-caleg eks partai NDPMubarak. Generasi muda IM terus mengobarkan semangat perlawanan tanpahenti. Tank-tank baja dan helikopter Apache yang dikerahkan, tak membuat surut generasiketiga Ikhwan. Darah syuhada menjadi energitak tertahankan. Berkobar semangat juang takkenal patah arang.Pantas saja, junta kudeta mulai kalang kabut.Pihak aparat di lapangan makin brutal. Tapidunia Barat baru meributkan pembantaian demonstran, saat polisi membunuh aktivisSosialis kiri Syima As-Shabbag.

Maka senjatapaling ampuh adalah memobilisasi syaikh-syaikh sulthon atau ulama-ulama suu, yangtak segan lagi memutarbalikkan dalil demimeraih restu junta kudeta. Tentang hal iniakan dibuat tulisan khusus.Apa yang menjadi pendorong soliditas kader-kader muda Ikhwan?

1. Ruh al-hurriyyah. Jiwa merdeka. Engganmenjadi budak yang menghambakan diri padapenguasa lacut. Ini masalah militansi.Komitmen dengan cita-cita dasar manusia:meraih merdeka dan menghambakan dirisepenuhnya pada Allah Ta’ala.

2. Ruh at-tamkin. Jiwa prestatif. Merekaadalah generasi yang sudah teruji di setiapaksi. Sejak lama terlatih menjadi pelayan umat dan pengabdi masyarakat. Transaksi dengan Allah tidak lagi sekedar teori. Namun dilakukan sepenuh hati, tanpa peduli yangdiperjualbelikan adalah harta dan jiwa. 

 3. Ruh al-qudwah. Jiwa keteladanan. Merekameneladani sepak terjang baginda Nabi, shahabat, tabiin, salafus shalih. Tidak hanya dalam ritual, namun hingga pada pengorbanan. Keteladanan ini mereka dapatkan dari mutiara tarbiyah. Mulai dariMursyid Aam Ikhwanul Muslimun, anggota Maktab Irsyad, hingga kepemimpinan terkecil.

4. Ruh al-‘isyq. Jiwa rindu meraih syahid.Melawan Yahudi dan antek-anteknya, tak bisadilakukan hanya dengan menebar buletin,seminar, apalagi jargon di spanduk. Melawankejahatan perlu kejantanan. Implementasinya,syahid di medan jihad melawan penguasazhalim. Ikhwan menahan diri untuk angkatsenjata. Bukan tidak siap dan tidak mampu.Aksi damai ternyata membongkar tabir lebihdalam: membersihkan anasir jahat di dalamtubuh umat. Anasir jahat yang hingga kinimembuat umat Islam tersekat dan terussekarat. Wallahu A’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s