Pelajaran dari Matinya PearOS


Goodbye
Salah satu distro Linux yang cukup inovatif dan kontroversial tutup tirai alias mati.(Kalo kata developernya -david tavares, proyeknya dibeli oleh perusahaan gede). Untung saja, saya cuma sesekali nyobain antar muka nya PearOS yang emang lumayan asyik itu.Tetapi, saya emang kurang sreg sama pengembang PearOS yang tidak menyediakan kode sumber dari proyeknya, padahal itu basisnya kan semuanya kebanyakan lisensinya GPL yang artinya mesti menyediakan kode sumbernya secara bebas.
Nah, sebenarnya ini adalah salah satu pelajaran berharga bagi aktivis open source secara umum dan GNU/Linux khususnya, pilih-pilih proyek mana yang mau bergabung dan sangat khusus untuk pengguna distro gnu/linux, pilih-pilih distro yang akan anda gunakan sebagai pilihan OS sehari-hari anda. Jangan pilih model PearOS ini, yang tiba-tiba menghilang tanpa ada juntrungannya.
Matinya Pear OS ini juga mengingatkan saya akan GarudaOS yang mengklaim sebagai OS buatan Anak Bangsa, meskipun dalam kenyataannya hanyalah remastering dari PCLinuxOS Fullmonty Edition. 
Untuk menghindari kasus seperti ini, sebagai pengguna akhir linux, hati-hatilah ketika memilih distro linux, pilihlah distro Gnu/Linux yang basis pengembangannya tidak personal, tetapi ada badan hukum yang kuat, pilih lah Distro Gnu/Linux yang punya repositori sendiri, jangan hanya sekedar remastering saja, pilihlah distro yang penggunanya banyak, dan yang terakhir pilihlah Debian sebagai pilihan terakhir anda … :nah lho…
next read :
gambar juga dari itworld
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s