Resensi : A World Without Islam


Apa jadinya dunia tanpa Islam? Lebih damai kah? Atau kah tetap saja dunia mengalami gejolak peperangan dan ketidakstabilan geopolitik seperti sekarang?Kira-kira begitu titik tolak Graham E. Fuller menulis buku berjudul  World Without Islam. Dalam pembukaan bukunya, Graham Fuller menulis :
” This book will argue the case from opposite directions. If there had never been an Islam, if a Prophet Muhammad had never emerged from the desert of Arabia, if there had been no saga of the spread of Islam across vast parts of Middle East, Asia, and Africa, wouldn’t the relationship between the West and the Middle East today be entirely different? No, I argue, it might actually be quite similar to what we see today”
Kasarnya, Graham Fuller, berpendapat, jika pun Islam tidk pernah ada, dunia khususnya hubungan Barat (Amerika) dan Timur Tengah akan tetap seperti yang kita lihat saat ini. Dengan ideologi lain(entah itu arabisme atau marhanisme), yang menjadi sparring partner kebudayaan barat dalam memperebutkan hegemoni sebagai kebudayaan mutakhir di dunia ini.
Bukunya pak Fuller ini memang lumayan memberikan pencerahan buat para pembaca di amrik sono, yang taunya Islam itu identik dengan Teroris, Jihad, tukang bunuh dll, karena pak fuller memberikan gambaran bahwasanya, apa yang terjadi saat ini(kaitannya dengan hubungan Barat (amrik) dan Muslim) itu cuma ekses negatif dari standar ganda yang dilakukan oleh pemerintahan Amerika di tanah muslim.
Pak Fuller bercerita dalam buku ini dalam 3 bagian besar, mengikuti cara berceritanya Alvin Toffler dalam The Third Wave, yakni :
1. Heresy and Power, dalam bagian ini Fuller bercerita tentang persamaan dan perbedaan antara Islam, Kristen, dan Yahudi. Pergulatan diantara ketiganya, sampai dengan peperangan yang melibatkan Islam dan Kristen dalam Perang Salib. Di singgung juga persamaan hubungan antara Islam vs Katholik, dengan Katholik vs Protestan.
2. Meeting at The Civilizational Borders of Islam, bercerita tentang interaksi antara Islam dan kebudayaan selain Islam non Barat, khususnya Islam dan Rusia, Islam dan China, serta Islam dan India.
3. The Place of Islam in the Modern World, bercerita tentang Islam di zaman terkini, seputar kolonialisme barat,  nasionalisme, jihad, Terorisme, kebijakan Amerika di dunia Islam, dan di tutup dengan pendapat pak Fuller gimana mengurangi rasa permusuhan antara barat (amerika serikat) dan islam.
Nah, dalam pendapatnya ini, pak Fuller menekankan pentingnya amerika menghilangkan standar ganda yang selama ini dianut dalam membina hubungan dengan dunia muslim, penarikan tentara amerika dari tanah air muslim, penghentian kolonialisme Israel di tanah Palestina, dan biarkan muslim menyelesaikan masalah nya sendiri di tanahnya sendiri.
Diluar ketidakakuratan kecil dibeberapa bagian, serta mengutip pendapat pemikir Islam yang dikenal liberal, buku ini memang cukup memberikan cara pandang yang berbeda dalam melihat hubungan antara kebudayaan Barat (Judeo-Christianity ) yang diwakili oleh Amerika Serikat denga Islam.
Next Read :
gambar dari goodreads
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s