Susur Sungai Kahayan; Bertemu Orangutan


Tugu Soekarno
Jika anda berkunjung ke Palangkaraya, nggak afdhol rasanya kalo tidak mencoba menyusuri Sungai Kahayan. Dimulai dari dermaga di tepi jalan S. Parman, kita sudah dapat bernostalgia dengan mengenang perjuangan Presiden Soekarno dahulu membangun Palangkaraya. Tugu peringatan peletakan batu pertama pembangunan kota Palangkaraya dibangun tepat di depan dermaga.
Pemandangan dari dermaga pun tak kalah elok, ada jembatan, dan perkampungan yang kalau musim penghujan begini, bak mengapung diatas sungai; air sungai lagi penuh.
Kalau bersama rombongan besar, tidak salah  jikalau menyewa kapal besar semacam KM Teras Lasang Garu, yang punya dua dek, dan beberapa kamar. apalagi kalo ingin menginap di sela-sela perjalanan. 
Jangan lupa persiapkan alat pancing, khususnya bila berkunjung di musim kering, karena inilah saat paling tepat untuk berburu Toman, Lais, maupun Patin. 
Pilihlah rute menyusuri Sungai Rungan (anak Sungai Kahayan), karena di salah satu tempat kita dapat menyaksikan tempat reintroduksi kembali Orangutan Kalimantan di Hampapak Matei. Kalau berminat, menginaplah di spot ini, karena ini juga tempat hotspot ikan.
Di sepanjang perjalanan, anda juga akan menemukan beberapa tempat yang dijadikan sebagai tempat wisata religi bagi kepercayaan Kaharingan, atau biasanya disebut keramat. Biasanya ditandai dengan bendera kain kuning, dan terdapat bangunan kecil. Lokasinya dipilih diantara pertemuan dua sungai, sebagai contoh di pertemuan Sungai Kahayan dan Sungai Rungan, terdapat dua tempat tersebut, salah satunya dipercaya sebagai “keramat” Tjilik Riwut, Gubernut pertama Kalimantan Tengah.
Tidak jauh dari masuk ke sungai rungan, kita juga akan bertemu dengan pertambangan emas.. ditengah sungai.
Tujuan akhir adalah Hampapak, sebuah lokasi dimana terdapat pulau yang menjadi tempat reintroduksi Orangutan. Tempat ini adalah bagian dari Pusat Peliaran Orangutan Nyaru Menteng.
Jarak sampai Hampapak cuma 28 KM dari pusat kota, dan kalau pake kapal gede, biasanya ditempuh dalam waktu 6 Jam perjalanan pulang pergi. Jadi, meskipun tidak menginap,anda tetap dapat menikmati perjalanan.
Jangan lupa, kalau ke Palangkaraya, makan ikan sungai bakarnya, silahkan pilih Lais, Betok, atau Udang Galahnya… kalau pas musim durian, sekalian mampir mencoba durian Kasongannya..
Pertemuan Sungai

Brought to you by GalleriaAttaqi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s