wmii dan dwm


Setelah puas mencoba beberapa DE/WM berbasis static windows semacam KDE dan GNOME, kepengen juga nyoba window manajer yang dinamic dan tiling, biar membiasakan diri ga make mouse. selain itu, penasaran juga liat om tuxo dan maman.lalilu yang enjoy aja menggunakan linux hanya dengan menggunakan wm yang minimalis dan lebih banyak menggunakan keyboard. akhirnya dicoba deh satu satu rekomendasi dari berbagai sumber, sampai akhirnya terdampar di websitenya suckless.org yang memang fokus pada pengembangan software2 yang bercitarasa unix. salah duanya adalah dwm dan wmii.

keduanya adalah window manajer yang bersifat dinamis, dan sangat menonjolkan pengunakan sumber daya yang ringan, tetapi tetap mudah digunakan. perbedaan keduanya ada di filesystem yang digunakan, dwm hanya wm sebagaimana wm wm yang lain, sedangkan wmii menggunakan filesystem virtual yang diadopsi dari plan9 dari bell lab atau plan9port.

Lalu apa bedanya dengan WM atau DE yang statis sih?yang paling pasti adalah tampilan dan cara penggunaannya yang berbeda 180 derajat. Jika WM/DE statis semisal KDE atau GNOME menggunakan si tikus (mouse) sebagai sumber navigasi utama, maka wm dinamis lebih memanfaatkan penggunaan papan ketik (keyboard) untuk mengakses dan menggunakan sistem. makanya, jangan heran kalo pertama kali make wmii maupun dwm saya sempat terkaget kaget karena layar monitor yang dihadapin cuma item dengan satu panel kecil… mau di ketik apa terus bagaimana buka aplikasinya juga ga ngerti. terus masalah tampilan menjadi pertimbangan ketika mau menggunakan dinamis wm adalah wm jenis ini ga mempermasalahkan desktop ente cihui atau ga, yang pasti layar monitor ente dipenuhi sama layar-layar paket yang kebuka. meskipun masih ada celah buat modding sih…

lalu kalo kepengen menggunakannya gimana dong?berikut ini adalah sedikit hasil dari memakai kedua wm ini :

1. install dulu dong?

buat yang make debian squeeze cukup ketikkan apt-get install dwm wmii 9base suckless-tool

kalo buat slackware 13.1 silakan cari skrip slackbuildnya di slackbuild.org, download semua kebutuhannya lalu install satu-satu menggunakan skrip slackbuids tadi.

yang lain, monggo merujuk wiki masing-masing distro, tapi sebagai permulaan tidak ada salahnya main-main ke situsnya Arch sama Gentoo yang terkenal paling oke dokumentasinya.

2. sesudah install, tinggal pake sih, tapi buat dwm, bikinin entry di xinit.rc agar muncul di menunya gdm. sedangkan wmii langsung ada kok.

kira-kira tambahin scrip ini di file /etc/X11/xinit/xinitrc

while true

do

xsetroot -name “$(date +”%a %b %d %r”)”

sleep 1s

done &

exec dwm

tentunya sebagai superuser baru bisa ngedit ini file. atau bikin file dwm.desktop yang letaknya di /usr/share/xsessions, isinya kira kira begini

[Desktop Entry]
Encoding=UTF-8
Type=XSession
Exec=dwm
TryExec=/usr/bin/dwm
Name=DWM
Comment=DWM window manager

3. sebagai pendamping buat eksperimen memakai wmii maupun dwm, ada baiknya ditemani sama howtonya masing-masing wm, kalo wmii, howtonya ini wmii bisa jadi rujukan, sedangkan buat dwm, tutorialnya suckless bisa dicoba dwm-suckless,atau howtonya xsnake, juga ga kalah bagus kok.

4. setelah persiapan oke, tinggal logout, terus pas login pilih wmii atau dwm. nah kalau sudah masuk dan membuka aplikasi semisal terminal atau web browser tampilan seperti ini kira-kira

wmii

terakhir, silaken mencoba sesuai dengan tutorial tadi di siapkan dan di print.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s