Pemanasan Global dan Meletusnya Merapi….


Meletusnya Gunung Berapi aktif semacam Merapi adalah sebuah keniscayaan. Sama seperti terjadinya gempa di pesisir barat pulau Sumatra dan pesisir selatan Jawa. hanya yang jadi masalah adalah kapan dan seberapa besar letusan tersebut. Lagi -lagi manusia tidak dapat meramalkannya. Yang dapat dilakukan adalah meminimalkan risiko jatuh korban jiwa melalui pengamatan kegunungapian yang dilakukan oleh PVMBG Kementerian ESDM serta memanfaatkan kearifan lokal dalam manajemen bencana.

Merapi tak pernah ingkar janji, begitulah komentar dari kepala PVMBG Surono tentang letusan Merapi tahun ini. Merunut kebelakang, Merapi konstan mengeluarkan awan panas dengan jangka waktu 2 tahun sampai 5 tahun. Penyebabnya, lagi-lagi kita tidak tahu. Ada yang menyatakan bahwa terjadinya gempa bumi dapat menyebabkan  aktivitas vulkanik gunung yang menjadi pujaan masyarakat DIY ini meradang, tapi belum tentu hal itu benar. bukankah pada tahun 2006 gempa lumayan hebat melanda jogja? memang merapi juga erupsi terlebih dahulu. jadi tidak terlalu bereaksi terhadap gempa tersebut.

Jika kita lihat riwayat merapi, dari tahun ke tahun merapi tidak pernah tidur, terus bergejolak dan membangun diri. memang yang terlihat aktivitasnya hanya erupsi yang berjangka waktu 2 tahun sampai dengan 5 tahun. Akan tetapi, sejatinya diantara erupsi-erupsi tersebut, merapi tetap bergejolak bahkan sampai setahun lamanya.

Letusan tahun ini merupakan anomali dari karakteristik Merapi yang selama ini dikenal orang. Merapi adalah tipe gunung yang gejala erupsinya berupa gempa vulkanik, luncuran awan panas, dan guguran kubah lava. Tetapi letusan tahun ini merupakan letusan eksplosif yang sangat merusak dan sangat besar dampaknya. Sampai hari ini korban tewas telah mencapai 200 jiwa lebih. Hujan abu dan kerikil sempat mewarnai kota Jogja, luas jangkauan awan panas nya juga lebih dari 15 Kilometer. Abu merapi juga sampai di bandung dan bogor.

Menurut pakar vulkanologi Jepang dari Universitas Kyoto, Masato Iguchi, kubah lava Gunung Merapi telah berubah, “Proyek Merapi is not style anymore,” ujar Iguchi (Republika Online). Apakah perubahan kubah lava ini akibat dari perubahan tabiat merapi?Kita tidak tahu, karena Iguchi tidak menjelaskannya secara lengkap.

Lalu hubungannya apa Meletusnya Gunung Merapi dengan Pemanasan global yang sedang melanda saat ini? Secara langsung tidak ada. Pemanasan global terjadi karena konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer makin besar, akibatnya ozon berkurang dan berlubang (begitu katanya). Nah, saya percaya bahwa bumi memiliki cara untuk menyeimbangkan dampak dari efek rumah kaca ini, salah satunya adalah dengan letusan dan erupsi gunung berapi. Sebagai contoh, Letusan Krakatau tahun 1883 menyebabkan dunia berubah warna. Debu dari letusan Krakatau menyebar hingga 2.500 km terbawa angin segera setelah letusan terjadi. Partikel gas dan sulfur dioksida bergabung dengan hidrogen di stratosfer menghasilkan hujan asam sulfur. Aerosol yang dihasilkan juga menghalangi sinar matahari dan menurunkan suhu di 70% belahan dunia walaupun tidak seluas dari letusan Tambora (1815). Setidaknya 3 tahun lamanya langit dunia membiaskan warna yang tidak biasa dan adanya efek halo pada matahari dan bulan.

Begitu juga dengan letusan Gunung Tambora yang diklaim sebagai letusan terbesa yang tercatat sejarah, menyebabkan perubahan iklim dan membuat tahun itu dikenal sebagai tahun tanpa musim panas. Belum lagi letusan dahsyat Toba yang tidak tercatat sejarah, maupun letusan gunung Pinatubo di Filipina, serta letusan Gunung Eyjallajyaojul di Islandia.

Lalu apa peranan Letusan gunung berapi terhadap pendinginan bumi? Setidaknya ada dua hal penting dari letusan gunung berapi yang berperan dalam proses penurunan suhu bumi. Pertama adalah abu vulkanik yang dilontarkan ke atmosfer dan menciptakan lapisan debu yang menutupi langit bumi. Lapisan ini mencegah sinar ultraviolet matahari sampai ke bumi yang menyebabkan turunnya suhu global.

Elemen kedua adalah gas vulkanik yang terdiri atas belerang (SO2) dan campuran gas lainnya. Belerang menciptakan efek yang sama dengan abu vulkanik terhadap atmosfer dan suhu bumi, yakni menurunkan temperatur dengan cara membentuk aerosol yang memantulkan sinar matahari.

Lalu, Gunung Seperti apa yang berpotensi menurunkan suhu bumi dengan letusannya?yang pasti adalah gunung yang memiliki tipe stratovolcano dengan potensi debu vulkanik yang dihasilkan besar seperti krakatau dan tambora dahulu, maupun Merapi saat ini, lalu gunung dengan potensi gas SO2 yang besar seperti Kilauea, dan bromo. maupun kombinasi keduanya. Tinggal pertanyaannya kapan dan gunung mana yang akan meletus, hanya Pemilik Alam lah yang tahu.

sumber :

1. republika online

2. volcano.edu

3. thinkquest>

4. karduskubus

5.<a href="http://sains.kompas.com/read/2010/11/10/10553232/Tipe.Merapi.dan.Awan.Panas.Letusan“>kompas

6. hawai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s