Prof. Bambang Sudibyo dan STAN, Tanya Kenapa?


Berawal dari pemberitaan di Suara Merdeka tanggal 05 Nopember 2010 tentang Usulan mantan Mendiknas Prof. Bambang Sudibyo yang menurut koran tersebut mengatakan sebaiknya STAN ditutup, menjadi berita hangat di kalangan alumni STAN.

Lalu sebenarnya siapa yang salah, Profesornya yang katanya bilang STAN sebagai satu-satunya pemasok calon PNS DJP atau wartawannya yang salah kutip.

Kalo memang profesornya yang bilang begitu berarti beliau tidak pernah mengikuti berita dan mungkin tidak prnah mengikuti perkembangan  kementerian keuangan khususnya proses penerimaan CPNS tahun 2010, karena baru saja Kemenkeu menerima CPNS dari S1, dan sebagian besar tentunya akan masuk ke Dirjen Pajak, karena memang DJP lah salah satu tulang punggung Kemenkeu. Beliau juga akan menafikan penerimaan CPNS tahun lalu dan tahun 2001.

Kalo yang salah kutip wartawan SM cyber, wartawannya kok ya tidak melakukan cek ulang ke DJP atau tanya kepada yang lebih tau kalo tidak tau. Seharusnya berita jurnalistik mencerahkan dunia ini, bukan menimbulkan polemik seperti saat ini.

Poin kedua adalah jika alasan STAN ditutup hanya karena ada alumninya yang korupsi seperti Gayus, lalu apakah semua Perguruan Tinggi di Indonesia ini harus di tutup jika ada alumninya yang korupsi? Alasan ini akan menafikan peran alumni STAN yang tersebar mulai dari ujung barat sampai ujung timur NKRI. Mulai dari Tahuna sampai Timor, serta peran orang-orang hebat di KPK seperti Bapak Amin Sunaryadi dan yang lainnya. Alasan ini juga menafikan peran sahabat-sahabat di Ditjen Bea Cukai yang menjadi tulang punggung menjaga negara ini dari penyelundupan khususnya penyelundupan narkotika dan zat adiktif. mereka yang dengan dedikasinya telah menyelamatkan banyak anak bangsa dengan mencegah masuknya barang-barang haram semisal heroin berharga milyaran rupiah dan mereka yang rela hidup jauh dari kemewahan kota besar demi tugas.

Jadi, wasiat nabi agar melakukan tabayun sebelum memberitakan sesuatu dan atau ketika mendengar berita yang belum jelas tidak boleh ditinggalkan. untuk kasus ini, sebaiknya prof. BS melakukan klarifikasi, begitu juga dengan SM yang memuat berita ini, selain itu, ketua IKANAS om Osi sebaiknya juga secepatnya meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan, agar polemik ini segera tuntas.

Terakhir, mungkin ini cara untuk menyatukan alumni STAN yang selama ini terkesan terkotak-kotak dan tidak menyatu..

sumber :

1. Milis IKANAS.

2.  Suara merdeka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s